Petani Kecewa, Harga Jual Tembakau di Temanggung Tak Sesuai Harapan

JEMUR. Petani sedang menjemur tembakau rajangan, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)
JEMUR. Petani sedang menjemur tembakau rajangan, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Memasuki akhir panen raya tembakau 2021, petani di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing berharap pabrikan tetap membeli tembakau sesuai dengan kualitasnya, meski beberapa hari terakhir cuaca kurang mendukung.

Sarif (41) salah satu petani di Kecamatan Kledung menuturkan, sejak awal hingga menjelang akhir panen raya, kurang lebih sudah memperoleh 35 keranjang tembakau kering rajangan.

Menurutnya, dari awal panen hingga saat ini belum menunjukkan perubahan harga yang sesuai harapan petani. Di awal panen tembakau milikinya hanya dibeli dengan harga Rp35.000 per kilogram, kemudian memasuki pertengahan panen harga sedikit naik menjadi Rp45.000 per kilogram.

“Awal panen masih grade B dan C, cukup wajar kalau harga jualnya masih Rp35.000 per kilogram,” tuturnya.

Ia menuturkan, kenaikan harga dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram masih belum sesuai dengan harapan petani. Sebab harga tersebut untuk tembakau dengan kualitas grade D, sedangkan grade yang sama pada panen raya sebelumnya bisa mencapai antara Rp75.000 sampai dengan Rp90.000.

“Tahun ini kualitas grade D paling mahal hanya kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 saja, harga ini masih jauh di bawah biaya tanam hingga panen raya,” terangnya.

Senada juga diungkapkan Eko petani lainnya. Tahun ini memang menjadi panen raya tembakau yang paling tidak sesuai dengan harapan petani. Selain harga jual tembakau rajangan kering murah, serapan dari pedagang sangat lambat.

“Baru tahun ini, petani tembakau mengalami kondisi seperti ini, biasanya meskipun harga kurang begitu bagus tapi serapan cukup bagus, untuk tahun ini keduanya dialami petani,” tuturnya.

Namun demikian dirinya bersama petani tembakau lainnya berharap, di akhir panen raya tahun ini, perwakilan pabrikan tetap konsisten membeli tembakau dari petani dengan harga yang sesuai dengan biaya produksi.

Artikel Menarik Lainnya :  Tingkatkan Kualitas SDM, 40 Pembatik Temanggung Ikuti Sertifikasi

“Harapan kami tembakau semua terbeli, kalau bisa harganya juga tidak terlalu murah,” harapnya.

Sebab katanya, jika harga jual tembakau masih seperti saat ini, ke depan petani akan semakin berat saat memasuki musim tanam.

“Biaya pengolahan lahan, tanam dan perawatan tembakau cukup mahal, harapan kami pabrikan bisa menolong petani dengan membeli tembakau dengan harga yang wajar,” harapnya lagi. (set)