Petani Jahe di Kabupaten Magelang Dilatih Mengelola dan Memasarkan Hasil Tani

BIMTEK. Kegiatan Bimtek Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Jahe, bertempat di Balai Desa Balesari, Kecamatan Windusari.
BIMTEK. Kegiatan Bimtek Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Jahe, bertempat di Balai Desa Balesari, Kecamatan Windusari.

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebanyak 60 petani jahe di Kabupaten Magelang mengikuti Bimtek Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Jahe di Balai Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/9/2021). Kegiatan tersebut untuk peningkatan kapasitas petani/pelaku usaha hortikultura.

Pada kesempatan kali ini difokuskan pada komoditi jahe. Ketika pandemi covid 19 melanda seluruh negara di dunia, orang berlomba-lomba mencari alternatif untuk menjaga kesehatan. Salah satunya jahe yang menjadi primadona, karena dipercaya dan terbukti mampu meningkatkan imun tubuh dan merupakan ramuan herbal yang banyak manfaatnya bagi kesehatan. Permintaan akan komiditi jahe semakin meningkat.

Namun karena produksi jahe yang masih relatif  rendah, belum semuanya dapat dipenuhi, maka awal-awal booming jahe, harganya melambung dan bahkan langka. Maka kita mulai menyadari pentingnya menanam jahe. Akhirnya ibu-ibu pun mulai marak menanam jahe di rumah-rumahnya untuk kebutuhan pribadi. Sedangkan untuk kebutuhan industri seperti pabrik jamu, biofarmaka, kebutuhan untuk olahan makanan dan minuman berbahan dasar jahe merah lainnya belum mencukupi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan mengatakan, luasan komoditas jahe di Kabupaten Magelang tahun 2020 adalah seluas 139,5 ha (BPS, 2021).

“Secara khusus, kami laporkan terkait pengembangan jahe di Kabupaten Magelang. Pada Tahun 2020, mendapatkan fasilitasi kegiatan jahe berupa pengembangan kawasan jahe seluas 2 ha  yang berlokasi di Kecamatan Windusari dan Kecamatan Ngablak, masing-masing seluas 1 ha. Bantuan berupa bibit jahe gajah sejumlah 400 kg, masing-masing poktan 200 kg. Perkembangannya cukup baik sekitar 80% tumbuh,” katanya.

Bahkan luas tanam jahe bertambah sekitar 40%, ini memperlihatkan minat petani berbudidaya jahe meningkat.

Romza juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Magelang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anggota Komisi IV DPR RI,  Vita Ervina, atas bantuan dan fasilitasi dalam wujud berbagai kegiatan fisik dan non fisik yang amat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Magelang.

Artikel Menarik Lainnya :  Cari Cacing di Sungai Grabag, Dua Orang Temukan Jasad Bayi

Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut untuk peningkatan kapasitas petani di bidang hortikultura yaitu cara pengolahan dan pemasaran jahe.

“Kegiatan ini merupakan kerjasama saya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jateng VI bersama dengan mitra kami Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Kami bersinergi, berkomitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani.

Pelatihan kali ini terselenggara secara parallel setelah minggu kemarin dengan Ditjen Hortikultura dan Ditjen Perkebunan. Kemudian masih ada lagi baik itu bimtek maupun pelatihan dengan eselon I kementan lainnya,” terang Vita dalam pidato virtualnya.

Vita menambahlan adanya rencana pemda akan membuat suatu perda yang akan mengatur tentang kawasan-kawasan pertanian di Kabupaten Magelang. Pihaknya menyambut baik, sehingga setiap kawasan akan lebih bisa focus membudidayakan salah satu jenis komoditas pertanian saja. Dan Tanaman jahe, juga  menjadi salah satu komoditas pertanian unggulan yang ada di Kabupaten Magelang.

“Saya sangat berharap para peserta yang hadir pada hari ini yaitu 2 kelompok penerima jahe tahun 2020 di Windusari dan Ngablak, dan ditambah beberapa peserta dari kelompok tani jahe, Ibu-Ibu PKK dan teman-teman media, bisa memanfaatkan kegiatan pelatihan ini menjadi ajang menjalin komunikasi, koordinasi, mendapat tambahan pengetahuan dan ketrampilan terkait produk-produk olahan jahe dan tentunya jaringan yang diperlukan untuk memperluas pemasaran produk,” harap Vita.(cha)