Perusak Generasi Bangsa!, Pengguna dan Pengedar Pil Yarindo di Temanggung Dibekuk

BARANG BUKTI. Tersangka dan barang bukti ditunjukkan saat gelar perkara, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
BARANG BUKTI. Tersangka dan barang bukti ditunjukkan saat gelar perkara, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemberantasan narkotika di wilayah hukum Polres Temanggung semakin digencarkan.

Kali ini pengguna sekaligus pengedar pil Yarindo dibekuk setelah terbukti memiliki dan menyimpan barang terlarang tersebut.

Kasat Reskrim Narkoba Polres Temanggung AKP Bambang Sulistyo mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan membekuk pengguna, perantara hingga pengedar narkotika jenis apapun di wilayah hukum Polres Temanggung.

Sebab katanya, peredaran narkotika akan merusak generasi penerus bangsa ini, sehingga pemberantasannya memang harus ditegakan.

“Apapun itu jenisnya akan kami tindak, semua jenis narkotika berbahaya bagi penggunanya,” terangnya saat gelar perkara, kemarin.

Kali ini lanjutnya, satu tersangka berhasil diringkus karena terbukti menyimpan, memiliki dan menguasai pil Yarindo, bahkan tersangka ini juga menggunakan narkotika.

Tersangka tersebut yakni MJS warga Jojogan RT.02 RW.01 Dusun Ngesrep Desa Nguwet Kranggan Temanggung. Tersangka dibekuk dengan sejumlah barang bukti

98 butir pil warna putih berlogo huruf Y / pil Yarindo, satu unit handphone merk OPPO warna merah dan sejumlah barang bukti lainnya.

Ia menjelaskan, penangkapan tersangka bermula dari informasi tentang peredaran obat daftar G berupa pil warna putih berlogo huruf Y / Pil Yarindo. Dari informasi ini petugas melakukan penyelidikan mendapatkan hasil bahwa tersangka menjual pil warna putih berlogo huruf Y / Pil Yarindo dengan harga harga Rp 30.000 untuk tiap paket kecil berisi 10 butir.

“Tersangka dibekuk di kamar kosnya, dalam kamar kos itu juga ditemukan, 9 bungkus kertas grenjeng warna emas masing-masing berisi 10 butir pil warna putih berlogo huruf Y / pil Yarindo. Jumlah 90 (Sembilan puluh) butir,” jelasnya.

Karena terbukti melakukan tindak pidana dalam Primer Pasal 196 yo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3), Subsider Pasal 197 yo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Tersangka diancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak satu miliar,” tutupnya. (set)