Persiapan CC 112 Hampir Final, Target Akhir Agustus Beroperasi

UJICOBA. Para calon operator oleh Kemenkominfo mulai diujicoba di ruang Call Center 112.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo terus mematangkan persiapan operasionalisasi layanan panggilan darurat, Call Center (CC) 112. Setelah tahapan pelatihan bagi para calon operator oleh Kemenkominfo selesai pekan lalu, sejumlah peralatan pendukung mulai diujicoba di ruang Call Center 112. Target untuk bisa operasional setidaknya pada akhir bulan Agustus ini bisa terpenuhi.

Kepala Seksi Teknik Komunikasi Jaringan dan Persandian, Wajiran ketika ditemui di tengah pengujian peralatan, Selasa (11/8) mengaku pihaknya berupaya mengejar target operasional secepatnya. Bahkan, apabila memang telah siap seluruhnya, dalam 2 pekan ini rencana launching sudah dapat dilakukan.

“Untuk tahap finalisasi ini kami berupaya memastikan seluruh peralatan berfungsi dengan baik, termasuk jaringan pendukungnya, baik jaringan seluler maupun jaringan internetnya, agar nantinya ketika benar-benar dioperasionalkan tidak mengalami kendala yang dapat menghambat pelayanan kepada publik,” tutur Wajiran.

Baca Juga
Pasar Antik Sumberan Sempat Kehilangan Pembeli Luar Daerah

Untuk para operator CC 112 yang akan ditugaskan dalam sistem shift selama 24 jam operasional, Wajiran menegaskan mereka telah menyatakan kesiapan dan kesanggupannya melayani warga masyarakat. Enam Operator utama ditambah dua operator cadangan, yang akan bersiap di masing-masing shift selama 8 jam tersebut, menurutnya juga telah menguasai teknik layanan panggilan darurat, seperti tata cara komunikasi dalam situasi panik, hingga menghubungi lembaga/ instansi terkait yang akan terjun dalam pelayanan langsung di lapangan.

Selain terkait persiapan teknis, Kepala Dinas Kominfo, Eko Suryantoro menambahkan, pihaknya juga telah merampungkan regulasi yang akan menjadi payung hukum operasionalisasi CC 112, yaitu Peraturan Bupati Wonosobo.

“Kondisi geografis Kabupaten Wonosobo yang masuk kategori rawan bencana, jadi turut mendorong percepatan operasional Call Center yang kini telah ada di 60 Kabupaten/Kota se-Indonesia tersebut,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Memprihatinkan, Pasar Induk Wonosobo Sisi Timur hanya Terisi 40 % Pedagang

Diharapkan, dengan beroperasinya layanan panggilan darurat terintegrasi tersebut, warga masyarakat Wonosobo di 15 wilayah Kecamatan dan 265 Desa dan Kelurahan tidak akan kesulitan untuk mengakses permintaan bantuan secara cepat.

“Mungkin dalam waktu dekat, karena ini sudah masuk musim kemarau, apabila ada permohonan bantuan dropping air bersih dari wilayah-wilayah rawan kekeringan, bisa disampaikan melalui CC 112 ini,” pungkasnya. (gus)