Perseteruan Mantan Kades dengan Bu Kadus Berlanjut Sampai Aduan Penodongan Senpi

SIDANG TIPIRING. Pihak ES dan S saat menjalani Sidang Tipiring atas perkara tindak pidana penganiayaan ringan di PN Purworejo pada petengahan Juli 2021 lalu. (Foto: Dok Purworejo Ekspres)
SIDANG TIPIRING. Pihak ES dan S saat menjalani Sidang Tipiring atas perkara tindak pidana penganiayaan ringan di PN Purworejo pada petengahan Juli 2021 lalu. (Foto: Dok Purworejo Ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Perseteruan antara Mantan Kepala Desa (Kades) Kalitanjung Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo berinisial ES (52) dengan seorang perempuan yang kini aktif menjabat Kepala Dusun (Kadus) Desa Banyuurip Kecamatan Banyuurip berinisial S (42), terus berkembang. Belum lama keduanya menjalani Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Purworejo atas perkara penganiayaan ringan. S dikabarkan kembali mengadukan ES ke polisi  atas dugaan pengancaman disertai penodongan senjata api (Senpi).

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono SH MH, saat dikonfirmasi pada Kamis (22/7) membenarkan adanya aduan S melalui kuasa hukumnya dari LSM Tamperak Purworejo, belum lama ini. Namun, aduan tersebut baru sebatas lisan dan belum dilakukan secara resmi.

Menurutnya, saat menyampaikan aduan tersebut, pihak pengadu belum menyertakan bukti-bukti yang cukup. Karena itu, pihak kepolisian belum dapat melangkah lebih jauh ke tahap penyelidikan.

“Kemarin pendampingnya (kuasa hukum S) juga kita undang karena belum ada bukti-bukti yang mencukupi, tapi belum ke Polres lagi. Yang pasti aduan akan kita tindak lanjuti,” terang AKP Agus Budi.

Seperti diketahui, perseteruan antara Pak Mantan Kades ES dengan Bu Kadus S tersebut menyedot perhatian masyarakat sejak keduanya dilaporkan ke Polsek Ngombol oleh istri ES atas dugaan tindak pidana perzinahan pada 25 Mei 2021 silam. Kasusnya kini masih bergulir di kepolisian.

Berdasarkan catatan Purworejo Ekspres, saling lapor terus terjadi. Pada 15 Juli 2021 lalu, keduanya menjalani Sidang Tipiring di PN Purworejo dan ES dijatuhi hukuman denda sebesar Rp500 ribu karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan ringan berupa penamparan terhadap S. Namun, di luar itu, fakta persidangan juga mengungkap persoalan lain yang mengejutkan. ES menyatakan bahwa ia dan S selama ini menjalin hubungan asmara selama lebih kurang 4 tahun terakhir. Pengakuan itu juga dikuatkan oleh salah satu saksi yang mengaku kerap mengetahui ES dan S pergi berdua.

Artikel Menarik Lainnya :  Ibu Mertua SBY Dimakamkan di Taman Makam Keluarga, Kampung Ngupasan Purworejo

Istri ES melalui LBH Sakti juga telah mengadukan dugaan tersebut ke Bupati Purworejo dan OPD terkait. Sementara pihak S bersama kuasa hukumnya tidak terima dengan tuduhan tersebut dan merasa difitnah sehingga melapor balik ke Polisi. (top)