Perpustakaan Kota Magelang Ramai, Dijadikan Ngabuburit di Bulan Ramadan

NORMAL. Seiring melandainya kasus Covid-19 di Kota Magelang, tingkat kunjungan di Perpustakaan pun kian meningkat, terutama di bulan suci Ramadan.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
NORMAL. Seiring melandainya kasus Covid-19 di Kota Magelang, tingkat kunjungan di Perpustakaan pun kian meningkat, terutama di bulan suci Ramadan.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANG TENGAH, MAGELANGEKSPRES.COM – Perpustakaan Umum Kota Magelang tetap melayani pengunjung di bulan Ramadan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Hanya saja, jam kunjungan dibatasi dari hari biasanya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang, Arif Barata Sakti mengatakan, minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan di bulan puasa cukup lumayan. Sehingga, petugas tetap melayani kunjungan masyarakat.

”Waktunya kita bagi dalam dua shift, yakni shift pertama jam 07.00-10.00 dan shift kedua jam 10.20-13.30. Jeda waktu jam 10.00-10.20 kita gunakan untuk penyemprotan desinfektan guna mencegah penyebaran virus corona,” katanya, Jumat (15/4).

Dia menuturkan, pelayanan di bulan puasa masih sama seperti biasanya. Pengunjung dapat melakukan peminjaman buku, pengembalian buku, dan daftar anggota. Pengunjung juga bisa mendapatkan layanan baca di tempat, layanan referensi, layanan anak, dan layanan terbitan berkala.

”Kami lihat minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan masih bagus. Tidak hanya anak-anak atau remaja, anak muda dan orang tua kerap berkunjung. Di bulan puasa ini juga lumayan banyak yang berkunjung,” katanya.

Ia menyebutkan, kunjungan tiap hari bervariasi sekitar 70-100 orang. Di era digital ini, pihaknya juga turut menyediakan layanan buku digital. Pembaca bisa mengunduh aplikasi iMagelang untuk dapat merasakan sensasi membaca buku secara digital melalui ponsel pintar masing-masing.

”Aplikasi iMagelang ini cukup ringan, hanya sekitar 16 megabyte (MB). Di sini tersedia lebih dari 5.540 buku elektronik atau e-book dengan 3.230 judul buku dari berbagai disiplin keilmuan. Sampai sekarang aplikasi ini telah diunduh oleh lebih dari 2.000 pengguna,” jelasnya.

Dia berharap, melalui iMagelang pihaknya bisa menyelaraskan minat baca dengan perubahan perilaku masyarakat dalam membaca buku, dari media konvensional ke media digital.

”Di sisi lain, inovasi ini juga penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan-bahan bacaan bermutu dan sarat ilmu pengetahuan, yang mudah diakses dan tanpa terbatas oleh ruang dan waktu,” ungkapnya. (wid)