Pernikahan Dini Penyebab Tingginya Angka Stunting di Kabupaten Temanggung

Feny Eka Kartika Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kulitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK. (foto:Setyo wuwuh/temanggung ekspres)
Feny Eka Kartika Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kulitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK. (foto:Setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Tingginya angka pernikahan dini yang mencapai 480 kasus menyebabkan angka stunting di Kabupaten Temanggung tinggi.

Feny Eka Kartika Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK mengatakan, sejumlah faktor menyebabkan pernikahan dini di Temanggung, masih ada budaya dijodohkan orang tua karena berbagai alasan.

“Anak diajukan orangtuanya untuk mendapatkan dispensasi nikah karena mungkin dari fisik sudah keliatan dewasa, orang tua binggung tidak punya pacar sehingga bisa dijodohkan, ada sekitar 480an anak,” jelasnya saat berkunjung ke Temanggung, Kamis (3/2).

Menurutnya, selain pernikahan dini, kualitas dari sumber daya manusia (SDM) juga berperan dalam tingginya angka stunting. Dari SDM berkualitas akan menentukan kondisi anak yang dilahirkan.

“Upaya Kabupaten Temanggung yaitu mencapai 14 persen pada tahun 2024, syukur kita bisa di bawah itu, maka kita akan menyasar SDM berkualitas agar tidak menghasilkan anak stunting,” katanya.

Memang diakuinya, dari hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 angka stunting di Kabupaten Temanggung turun, dari 25,79 persen jadi 20,5 persen. Namun angkanya masih tinggi, harus ada langkah dan strategi agar angka stunting bisa semakin turun dan dikendalikan.

“Menurut percepatan program penurunan angka stunting tidak hanya pada pemberian gizi pasca kelahiran, namun jauh sebelum ibu mengandung. Kalau kita lihat peningkatan kualitas SDM itu dari pertama pemberian kehidupan, samapi usia produktif,” katanya.

Selain karena faktor budaya pernikahan dini, menurut Feny juga terjadi karena ada faktor pergaulan bebas serta perilaku berisiko.

Ia menambahkan akan ada bimbingan perkawinan, di KUA yaitu revitalisasi KUA, yaitu bimbingan ke pasangan yang sudah menikah dan setelah menikah agar mereka yang sudah menikah tidak putus asa ataupun cerai.

Sementara Sekertaris Daerah Temanggung, Hari Agung Prabowo mengatakan, pernikahan harus sesuai dengan peraturan undang-undang agar tidak memicu stunting.

“Tumbuh kembang anak sangat menentukan kualitas kecerdasan wilayah sehingga kalau bisa jangan nikah dini,” pesannya. (set)