Perkuat Profil Pelajar Pancasila SMPN 3 Magelang Adakan Gelar Karya

GELAR KARYA. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, didampingi oleh Plt Kepala SMP Negeri 3 Magelang beserta kepala Sekolah se-Kota Magelang menghampiri tiap stand dan membuat wawancara kecil sembari memberikan masukan kepada peserta didik, Sabtu (24/7) lalu. (Foto: Heny)
GELAR KARYA. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, didampingi oleh Plt Kepala SMP Negeri 3 Magelang beserta kepala Sekolah se-Kota Magelang menghampiri tiap stand dan membuat wawancara kecil sembari memberikan masukan kepada peserta didik, Sabtu (24/7) lalu. (Foto: Heny)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Gelar karya proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema Bhineka Tunggal Ika tahun 2022 diselenggarakan SMP Negeri 3 Magelang, Sabtu (24/9) di lapangan basket sekolah.

SMP Negeri 3 Magelang telah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar untuk peserta didik kelas 7 tahun pelajaran 2022/2023.

Selaras dengan visi SMP Negeri 3 Magelang untuk membentuk insan religius, bermutu, disiplin, berwawasan global dan cinta lingkungan, sekolah menyelenggarakan Gelar Karya Proyek Penguatan Pancasila dengan Tema Bhineka Tunggal Ika.

Pembukaan gelar karya dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Imam Baehaqi SPd, MPd.

Kepala dinas terlihat terkesima dengan karya peserta didik yang menampilkan ilustrasi digital, terlebih pembuatan lukisan digital tersebut tidak dibuat menggunakan perangkat berkelas, melainkan dengan smartphone menggunakan gestur jari.

“Saya hanya menggunakan HP untuk menggambar, aplikasi yang saya gunakan adalah IBISPaint,” ujar Adinda siswi SMP Negeri 3 Magelang sekaligus creator gambar.

Plt. Kepala SMP Negeri 3 Magelang, Siti Yulaeha menyampaikan Merdeka Belajar merupakan rancangan Kemendikbudristek menuju pencapaian kebahagiaan dalam proses pembelajaran mewujudkan profil Pancasila.

Menurutnya kebahagiaan merupakan kunci untuk dapat memahami pelajaran, Kurikulum Merdeka berfokus pada asas kemerdekaan dalam menerapkan materi yang esensial dan fleksibel sesuai minat, kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Merdeka tidak dimaknai sebagai kebebasan berperilaku, namun merdeka dimaksud memungkinkan anak belajar di luar kelas, bertemu dengan praktisi dan terjun ke lapangan. Pelajaran Intrakurikuler beragam akan meningkatkan konten dan menambah waktu peserta didik mendalami konsep dan kompetisi.

“Kurikulum ini memberikan kebebasan bagi guru dan siswa untuk menerapkan sistem pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga nantinya turut meningkatkan kualitas sistem pendidikan nasional,” ujarnya.

Siti Yulaeha menegaskan, tahun pelajaran 2022/2023, peserta didik kelas 7 akan melaksanakan 3 proyek profil, 2 di antaranya tema pilihan dan 1 tema kebekerjaan. Proyek pertama telah dilaksanakan sejak 3 bulan lalu dan ke depan SMP Negeri 3 Magelang akan mengusung tema Bangun Jiwa Raga dan Suara Demokrasi.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya giat hari ini mampu membangun keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, gotong royong serta bernalar kritis,” imbuhnya.

Kegiatan berjalan meriah, pasalnya selain terdapat stand usaha makanan tradisional buatan peserta didik, suasana semakin meriah dengan unjuk kreasi peserta didik yang berduyun – duyun menampilkan tari tradisional dan atraksi lainnya.

Imam Baehaq sangat mengapresiasi acara tersebut dan berharap dapat ditingkat kembali di tahun mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, didampingi oleh Plt Kepala SMP Negeri 3 Magelang beserta kepala Sekolah se-Kota Magelang menghampiri tiap stand dan membuat wawancara kecil sembari memberikan masukan kepada peserta didik.

Seiring perjalanan dapat ditemui berbagai karya peserta didik dari usaha makanan tradisional dan miniatur rumah adat, tak sampai disitu di tengah perjalanan, langkah rombombongan undangan terhenti di salah satu stand.

Menurut Tri Andi selaku ketua pelaksana Gelar Karya menuturkan kegiatan hari ini merupakan momentum peserta didik untuk mengeluarkan ide dan kreasi menuju pelajar Pancasila seutuhnya.

Andi berharap dengan dilakukannya giat ini peserta memiliki pengalaman sebagai bekal kehidupan di masa mendatang. (hen/adv)