Peringati HPN 2022, PWI FC Temanggung Dipaksa Bertekuk Lutut 2-6 saat Melawan Setda FC

PERSAHABATAN. Setda FC Temanggung saat menjalani pertandingan persahabatan melawan PWI FC dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2022 di Stadion Bhumi Phala Temanggung. (Foto: rizal ifan chanaris.)
PERSAHABATAN. Setda FC Temanggung saat menjalani pertandingan persahabatan melawan PWI FC dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2022 di Stadion Bhumi Phala Temanggung. (Foto: rizal ifan chanaris.)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Tim sepakbola Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) FC Kabupaten Temanggung dipaksa bertekuk lutut dengan skor 2-6 saat melawan Setda FC dalam laga persahabatan memperingati Hari Pers Nasional 2022 di Stadion Bhumi Phala, Jumat (18/2) pagi.

Sempat unggul dengan skor 2-1 di babak pertama, PWI FC yang kelelahan harus merelakan gawangnya dibobol sebanyak 4 kali di babak kedua. Meski hanya digelar 2×30 menit, pertandingan yang dipimpin wasit senior Agus Setiawan berjalan cukup seru.

Kedua tim saling bertukar serangan melalui sisi sayap kanan, kiri, dan juga tengah. Namun penyegaran tim Setda FC yang berkostum kuning-biru tua melalui pergantian pemain, merubah dominasi permainan sekaligus menyulitkan tim lawan.

Ketua FJT, Heru Suyitno mengungkapkan, kendati tim wartawan kalah dengan skor yang cukup telak, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat para awak media dalam menjalankan tugas sehari-hari sekaligus menjadi mitra dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Temanggung.

Menurutnya, hal yang jauh lebih penting dari olahraga bersama ini adalah sinergitas para jurnalis dengan berbagai pihak Forkominda.

“Yang penting adalah keakraban dan sinergitas wartawan dengan berbagai pihak selama menjalankan tugas. Hari Pers Nasional 2022 ini adalah momentum untuk meningkatkan kualitas produk pers sehingga mampu membantu mengawal program-program pemerintah berikut dinas dan institusi terkait,” jelasnya.

Bupati Temanggung, HM Al Khadziq yang turut hadir dalam rangkaian acara HPN 2022 berharap, keakraban serta sinergitas wartawan dengan pemerintah dapat menjadikan situasi kondusif serta kemajuan daerah.

Menurutnya, dedikasi para jurnalis selama ini pantas mendapat apresisasi setinggi-tingginya mengingat pers adalah pikar utama demokrasi yang menjadi sumbu tengah dalam menyuarakan kebenaran.

“Sebaik-baiknya program pemerintah, akan sangat baik apabila dikawal pemberitaan oleh para awak media yang sudah menyerahkan seluruh dedikasi dalam menjalankan tugasnya,” pungkasnya.(riz)