Peringati HKN di Wonosobo, Bangkit Bersama Cegah Perpecahan Perkuat Persatuan

MEMPERINGATI. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 114 tahun 2022 diperingati dengan upacara bendera bertempat di halaman Adipura Kencana dengan inspektur upacara Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Rahmat.
MEMPERINGATI. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 114 tahun 2022 diperingati dengan upacara bendera bertempat di halaman Adipura Kencana dengan inspektur upacara Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Rahmat.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HKN) tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tapi sebagai momentum kebangkitan bersama dari pandemi covid 19.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 114 tahun 2022 diperingati dengan upacara bendera bertempat di halaman Adipura Kencana dengan inspektur upacara Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Rahmat.

Dalam kesempatan tersebut Dandim membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan tema “Ayo Bangkit Bersama. (20/5/2022).

“Tahun ini, kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-114. Pada tahun ini, “Ayo Bangkit Bersama” menjadi tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional, sebagai bentuk seruan agar kita bisa bangkit bersama dari pandemi covid-19, yang sudah melanda dua tahun terakhir, ” katanya.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini hendaknya tidak hanya di maknai sebagai seremonial saja. Guna memahami esensi sejarah Kebangkitan Nasional, mari sejenak telaah sisi historis dibalik peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Pada tanggal 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo, sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia. Di masa itu, terdapat ancaman perpecahan antar golongan dan ideologi, ditengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin kembali berkuasa.

Sehingga, semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo, diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa.

“Kiranya, semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini. Di tengah krisis pandemi covid-19 dan konflik Ukraina-Rusia, yang menyebabkan kondisi ekonomi global serta geopolitik menjadi tidak stabil, kita patut memaknai kebangkitan nasional sebagai upaya kolektif bangsa, untuk memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.

Dandim menambahkan bahwa persatuan dan kebersamaan selalu menjadi kunci utama, dalam keberhasilan setiap upaya problem solving yang dicanangkan. Oleh karena itu, hendaknya disadari bahwa persaudaraan yang harmonis dalam masyarakat, menjadi penting dalam mengatasi problema kebangsaan yang tengah berlangsung.

Gotong-royong, saling memahami, dan tanggap terhadap keadaan lingkungan, menjadi sebuah kepekaan yang harus dimiliki, yang akan bermuara kepada menguatnya persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya harap persatuan di Kabupaten Wonosobo, yang memiliki keragaman latar belakang budaya dan agama, tidak tergoyahkan dan dapat senantiasa kuat, sebagai wujud penerapan semboyan bangsa Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya. (gus)