Peringati Hari Purbakala Nasional, BKB Gelar Reresik Candi Borobudur

Petugas melakukan pembersihan badan Candi Borobudur, dalam peringatan Hari Purbakala Nasional ke-109 tahun 2022
PERAWATAN. Petugas melakukan pembersihan badan Candi Borobudur, dalam peringatan Hari Purbakala Nasional ke-109 tahun 2022. (foto : Chandra Yoga Kusuma/magelang ekspres)

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Balai Konservasi Borobudur (BKB)  Melaksanakan kegiatan bersih-bersih Candi Borobudur, dalam peringatan Hari Purbakala Nasional ke-109 tahun 2022 ini, diperingati setiap tahunnya di Indonesia pada tanggal 14 Juni.

Hari Purbakala ke-109 Tahun 2022 mengusung tema “Membangun Kebermanfaatan Candi Borobudur dan Kawasannya untuk Masyarakat”.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati mengatakan, setiap tahun nya untuk memperingati Hari Purbakala Nasional BKB akan melaksanakan kegiatan salah satunya reresik Candi Borobudur.

‘’Kami belum bisa menjangkau yang lebih luas, nanti suatu saat akan menjangkau bersih-bersih candi ini dengan masyarakat sekitar Borobudur,’’ ungkapnya.

Proses pembersihan tersebut dilakukan mulai dari lantai bawah, lorong-lorong hingga stupa induk Candi Borobudur. Untuk penyemprotan menggunakan air dilakukan baik didinding maupun lantai Candi Borobudur.

Selain Reresik Candi Pada kesempatan tesebut juga dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Podcast BUSUR Keliling Borobudur Dan Aktualisasi nilai relief candi borobudur melalui seni kriya.

‘’Ada beberapa kegiatan seperti saat ini masih dilaksanakan yaitu podcast keliling Borobudur. Jadi ke Borobudur tidak hanya naik ke candi saja tetapi keliling ke kawasan komplek Candi Borobudur,” ungkap Wiwit.

Menurut Wiwit, pembersihan tersebut memang harus rutin dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi kerusakan dan jika pembersihkan tidak dilakukan nantinya tingkat kerusakan lebih parah selain itu juga pengunaan sandal Upanat.

‘’Ini sudah tugas kami sehingga kami selalu berupaya tingkat kerusakan itu kita minimalisir di antaranya nanti pengunjung kalau sudah boleh naik struktur harus memakai sandal Upanat. Itu yang memproduksi juga perajin yang merupakan masyarakat Borobudur,” jelas Wiwit.

Selain sandal Upanat, BKB juga menggunakan pemandu berkualitas bagi wisatawan untuk menajamkan bahwa Warisan Dunia ini menyimpan nilai-nilai penting.(cha)