Peringati Hari Kopi Sedunia, Sekolah Kopi Gemawang Berikan Layanan Ngopi Gratis di Pasar Kliwon Temanggung

GRATIS. Pengunjung Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung menikmati kopi gratis saat hari kopi sedunia, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
GRATIS. Pengunjung Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung menikmati kopi gratis saat hari kopi sedunia, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Berbagai kegiatan dilakukan oleh penggiat kopi Temanggung pada Peringatan Hari Kopi Sedunia akhir pekan lalu, mulai dari ngopi gratis sampai dengan edukasi kopi lokal Temanggung.

Di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, Sekolah Kopi Gemawang melayani pengunjung pasar dengan memberikan kopi gratis. Setiap pengunjung bisa menikmati harum dan kentalnya kopi asli Temanggung terutama kopi robusta Gemawang.

Setidaknya seribu cup kopi gratis disediakan oleh penggiat kopi dari Sekolah Kopi Gemawang. Kegiatan ini hanya salah satu kegiatan rutin yang diagendakan oleh sekelompok petani, pedagang dan penggiat kopi lainnya.

“Komunitasnya memang secara rutin mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan kopi setiap pekan. Bertepatan dengan Hari Kopi Sedunia, pasar tradisional dipilih sebagai tempat kegiatan untuk mengkampanyekan budaya ngopi di masyarakat. Kopi yang dibagikan sendiri merupakan kopi robusta asli Gemawang,” ungkap Ngateno salah satu anggota kelompok sekolah kopi Gemawang, Sabtu (2/10).

Sebagai pegiat kopi, Ngateno berharap bisa menciptakan budaya kopi secara sehat dan benar agar ekonomi di daerah Temanggung bisa naik. Sasaran pasar tradisional sengaja dipilih karena kopi ini kan cenderung terstigma bagi kalangan elit dan masyarakat banyak yang cenderung berpikir kopi itu mahal.

“Jadi kita memberikan edukasi kepada mereka bahwa kopi itu tidak mahal, artinya semua kalangan masyarakat bisa menikmati kopi,” ujarnya.

Di tempat lainnya, sejumlah penggiat kopi di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing juga melakukan kegiatan yang serupa, mereka mengelar kopi gratis di Desa Kwdaungan Jurang Kledung.

Kopi saat ini memang menjadi salah satu hasil pertanian primadona bagi petani di Temanggung setelah tembakau, kopi juga sudah terbukti mampu mendongkrak perekonomian petani.

Artikel Menarik Lainnya :  Polres Temanggung Amankan Bandar Pil Yarindo, Sita Ribuan Pil

“Memang belum semua petani membudidayakan kopi arabika, tapi setidaknya sebagian petani sudah merasakan hasil dari kopi,” tutur Ipnu salah satu petani kopi di Kecamatan Kledung.

Tak mau kalah Bupati Temanggung M Al Khadziq juga memperingati hari kopi ini dengan mengundang para kiai, di Pendopo Jenar, kantor Bupati.

Khadziq mengatakan kegiatan minum kopi bersama sebenarnya sudah berlangsung setiap hari Jumat, namun terhenti dengan adanya pandemi COVID-19.

“Karena sekarang Temanggung masuk PPKM level 2 maka sejak Jumat pekan lalu kegiatan ngopi bareng dimulai lagi,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ngopi bareng merupakan ngobrol santai sambil diskusi yang secara tidak langsung juga untuk mempromosikan kopi Temanggung.

Kegiatan Ngopi bareng diikuti oleh 20 kiai atau pengasuh pondok pesantren penerima bantuan dana hibah dari Pemkab Temanggung.
Khadziq menyampaikan di tengah situasi COVID-19 seperti sekarang ini Pemkab Temanggung merasa sangat terbantu oleh peranan para kiai ponpes dan organisasi keagamaan termasuk NU.

“Pemkab Temanggung terbantu dalam mengendalikan kegiatan masyarakat yang dilakukan para kiai,” katanya. (set)