Peringati Hari Jadi ke-1116, Walikota Magelang Ajak Camat dan Lurah Doa Bersama di Puncak Tidar

DOA BERSAMA. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, Wakil Walikota M Mansyur, Sekda Joko Budiyono, para camat dan lurah se-Kota Magelang, mengadakan doa bersama di Puncak Gunung Tidar, Minggu (10/4)(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
DOA BERSAMA. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, Wakil Walikota M Mansyur, Sekda Joko Budiyono, para camat dan lurah se-Kota Magelang, mengadakan doa bersama di Puncak Gunung Tidar, Minggu (10/4)(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM-Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengajak semua camat dan lurah se-Kota Magelang mendaki Kebun Raya Gunung Tidar, akhir pekan lalu. Kegiatan itu menjadi momentum mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan kekompakan para camat dan lurah sebagai perangkat penting di Kota Magelang.
Aziz mengatakan, bertepatan dengan bulan Ramadan, kegiatan juga diisi dengan mujahadah dan doa bersama untuk keselamatan serta kesuksesan warga Kota Magelang.

”Kita berkumpul dengan para lurah, para camat, untuk melaksanakan, dan menyukseskan program Rodanya Mas Bagia. Doa bersama juga dilantunkan agar kita senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran,” katanya.

Kebun Raya Gunung Tidar dipilih karena merupakan tempat istimewa bagi Kota Magelang. “Pakuning Tanah Jawa” ini adalah destinasi wisata alam dan religi yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah.

”Walaupun dalam kondisi puasa kalau kita yakin dan bersama-sama kita akhirnya bisa mencapai apa yang kita tuju,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan oleh Wakil Walikota Magelang M Mansyur. Menurutnya dalam mengelola Rodanya Mas Bagia, para camat dan lurah diharapkan senantiasa jujur, ikhlas, disiplin, dan penuh pengabdian.

“Tujuannya agar dalam mengabdi pada masyarakat dapat mewujudkan kesejahteraan, sehingga tercapai masyarakat yang asah asih asuh,” tuturnya.

Sekda Kota Magelang Joko Budiyono mengatakan, kegiatan ini menjadi simbol kebulatan tekad bersama untuk menyukseskan program Rodanya Mas Bagia.
“Jadi sekali lagi kebulatan tekad hari ini kita satukan langkah kita dalam rangka melaksanakan dan mensukseskan program unggulan Pak Wali,” kata Joko.

Dia yakin para camat dan lurah mampu melaksanakan program yang menggelontorkan anggaran Rp30 juta per RT per tahun itu. Para camat dan lurah diminta mengawal pelaksanaan di lapangan.

Selain itu, Anggota Dewan, Polres Magelang Kota, dan Kejaksaan Negeri pun akan memantau dan mendampingi agar berjalan dengan baik. ”Harapannya masyarakat benar-benar mampu memanfaatkan anggaran itu untuk kepentingan mereka,” ungkapnya. tahunan itu secara sederhana.

Sebelaumnya, Walikota menjelaskan bahwa perayaan hari jadi akan difokuskan masing-masing kelurahan di Kota Magelang. ”Perayaan hari jadi kalau biasanya dipusatkan di Kantor Walikota Magelang atau Alun-alun dengan anggaran pemerintah, sekarang difokuskan di masing-masing kelurahan. Silakan pergunakan Rodanya Mas Bagia (Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat Bahagia senilai Rp30 juta per RT per tahun),” katanya.

Meskipun Kota Magelang saat ini sudah berada di posisi level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tetapi hal itu tidak menjamin bisa mencegah kerumunan warga. Apalagi, momen hari jadi tanggal 11 April nanti, juga bertepatan dengan bulan Ramadan.

”Sebenarnya boleh menggelar festival seni budaya dengan kapasitas 75 persen di daerah yang level 2. Tapi menggelar grebeg getuk saya khawatir akan tetap menimbulkan kerumunan yang tidak terkendali,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sebagai ganti urungnya grebeg getuk, maka ke-17 kelurahan yang ada diminta memanfaatkan anggaran Rodanya Mas Bagia untuk membeli kebutuhan konsumsi pelaksanaan malam tasyakuran 10 April 2022 mendatang. Alasan dirinya menyerahkan kebijakan itu ke masing-masing kelurahan, agar pesta rakyat ini bisa dinikmati semuanya.
”Hari jadi itu untuk semua masyarakat. Bukan hanya untuk pejabat Pemkot saja.

Perayaannya juga jangan di sini saja (Kantor Walikota Magelang). Malam tirakatan yang doa bersama lintas agama itu, juga berada di rumah ibadah masing-masing. Tidak di Kantor Walikota,” ujarnya.

Terkait tema Hari Jadi ke-1116 Kota Magelang yakni Pulih Bersama Maju Sehat Bahagia, lanjut Aziz, yang jadi utama adalah memulihkan kondisi ekonomi pasca-pandemi Covid-19. Ia merasa, banyak sektor mengalami penurunan akibat dilanda pandemi selama dua tahun lebih ini.

”Yang kedua adalah mengamankan stok kebutuhan pokok. Jangan sampai kebutuhan pokok sampai susah dicari di Magelang. Kita akan berusaha, bahkan jika diminta usul terus ke provinsi dan pusat, ya kita akan usulkan terus,” jelasnya. (wid)