Peringanti Hari Guru, Para Guru di Kaliangkrik, Magelang Launching Buku 

seiminar guru kaliangkrik
LAUNCHING BUKU. Camat Kaliangkrik R Anta Murpuji A SSos membuka Seminar Penulisan Artikel di Media Massa dan Launching Buku Karya Guru berjudul Santun dan Berprestasi Lewat Pantun dan Puisi di pendopo Kecamatan Kaliangkrik, .

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG-Menandai peringatan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional, para guru di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang menggelar Seminar Penulisan Artikel di Media Massa dan Launching Buku Karya Guru berjudul Santun dan Berprestasi Lewat Pantun dan Puisi di pendopo Kecamatan Kaliangkrik, Senin (25/11). Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Kaliangkrik R Anta Murpuji A SSos, dengan menghadirkan narasumber Subardi Mulyana, SPd MPd (Kasi Kurmintu SD Disdikbud Kabupaten Magelang) dan Joko Suroso (Pemimpin Redaksi Magelang Ekspres).

Camat Kaliangkrik mengapresiasi kegiatan seminar dan launching buku yang diinisiasi oleh para guru di wilayah tersebut. Diharapkan, gerakan literasi yang dimotori oleh para guru bisa berjalan terus sehingga karya-karya yang dihasilkan lebih banyak lagi.

Hal senada disampaikan oleh Kasi Kurmintu SD Disdikbud Kabupaten Magelang, yang menyatakan sangat mendukung terhadap gerakan literasi yang dilakukan oleh para guru di Kaliangkrik. Dia berharap kegiatan seminar dan launching buku karya guru menjadi momentum bagi para guru di Kaliangkrik untuk lebih berinovasi dalam meningkatkan sistem pembelajaran. “Dengan lebih banyak membaca buku, tentu pengetahuan dan wawasan guru menjadi bertambah luas, sehingga bisa memunculkan ide-ide gagasan untuk menciptakan inovasi-inovasi dalam menunjang sistem pembelajaran di sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga
Sambangi 3 Sekolah, KPP Magelang Tanamkan Sadar Pajak Sejak Dini

Subardi mengajak para guru mulai menggalakkan gerakan literasi di sekolah masing-masing. Baik guru maupun siswa harus sama-sama terlibat. Gerakan membaca harus menjadi kebutuhan sehari-hari. Diantaranya, siswa yang sudah lulus SD harus bisa telah menyelesaikan 30 judul buku non teknis, 15 menit sebelum jam pembelajaran dimulai siswa diwajibkan membaca kitab suci masing-masing.

Untuk mewujudkan itu semua, menurut Subardi, memang membutuhkan komitmen dari para guru, siswa maupun orang tua. Mereka harus sama-sama mendukung program tersebut. Menurutnya, perlu adanya ikatan, yang bisa dituangkan dalam KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), sehingga ada target tertentu yang harus dipenuhi ketika siswa dinyatakan lulus sekolah. “Kalau selama ini, ketentuan siswa yang dinyatakan lulus itu masih normatif, misalnya telah menempuh ujian akhir dan lulus, berperilaku baik dan lainya. Seharusnya, sekolah berani bikin terobosan baru, yang tidak dimiliki sekolah lain. Misalnya, siswa SD yang lulus minimal harus telah menyelesaikan membaca kitab suci masing-masing atau bagi sekolah yang berbasis agama Islam bisa menargetkan menghafal sekian juz, itu lebih bagus. Kalau itu bisa dilakukan di sekolah-sekolah Kaliangkrik, itu luar biasa karena sekolah tersebut memiliki ciri khas,” ungkapnya.

Baca Juga
Pengendara Motor di Magelang Ditemukan Tewas Hanyut di Sungai Manggis

Menurut Makruf Sodikin, editor buku Santun dan Berprestasi Lewat Pantun dan Puisi, buku tersebut merupakan kumpulan tulisan dari para guru yang bertugas di wilayah Kaliangkrik. Tulisan mereka itu dikumpulkan sejak 2017, namun baru diterbitkan tahun ini. “Sebenarnya, banyak guru yang sudah menulis tapi mungkin karena kesibukan mereka, baru bisa diterbitkan tahun ini. Semoga ke depan bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi,” harapnya. (oko)