Perayaan HUT Kemerdekaan di Era Pandemi, Dusun Kelipan Gelar Lomba Cuci Tangan

LOMBA. Anak-anak Dusun Kelipan Desa Kalinegoro Mertoyudan, rayakan Agustusan dengan lomba cuci tangan adaptasi kebiasaan baru.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Adaptasi kebiasaan baru untuk anak-anak, membuat berbeda dalam lomba perayaan hari Kemerdekaan HUT RI ke-75 di Dusun Kelipan, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (2/8). Lomba yang diadakan tak sekedar lomba agustusan pada umumnya, tetapi juga lomba cuci tangan.

“Peserta lomba cuci tangan ini adalah anak-anak balita hingga pelajar sekolah dasar. Tujuannya, agar mereka dapat memahami pentingnya mencuci tangan sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru ini,” ucap ketua panitia lomba 17 Agustus Dusun Kelipan, Muhammad Arifin,  Minggu (2/8).

Menurut Arifin, ide awal lomba cuci tangan ini berasal dari remaja di Dusun Kelipan yang tergabung dalam KORG. Di satu sisi, mereka ingin sekali tetap merayakan hari kemerdekaan. Namun pandemi masih ada. Mereka pun menggagas sebuah lomba untuk anak-anak, yang mana dapat memberikan edukasi tentang protokol kesehatan, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengenakan masker.

“Kalau lomba balap karung, pecah air, kipas balon, mungkin sudah biasa, kami ingin membuat lomba untuk anak-anak, yang juga ada nilai edukasinya. Melalui lomba cuci tangan ini, anak-anak dapat belajar mencuci tangan yang baik dan benar,” ungkap Arifin.

Baca Juga
Berikan Edukasi pada Pesepeda, Polres Magelang Kota Gowes Bareng Sambil Sosialisasi

Para remaja pun bergotong royong membuat tempat cuci tangan sederhana dari paralon, kran air, dan sabun cuci tangan. Lomba dilaksanakan pada Minggu (2/8) pagi. Anak-anak dari balita hingga siswa TK, SD, langsung antusias untuk mengikuti lomba tersebut.

Secara teknis, sebelum memulai lomba, para remaja memberikan edukasi kepada anak-anak. Caranya dengan bermain kuis. Mereka memberikan pertanyaan kepada anak-anak tentang apa itu Covid-19, apa saja protokol kesehatan, dan tata cara mencuci tangan yang baik dan benar sesuai standar WHO. Bagi yang menjawab benar, mereka diberikan hadiah coklat.

Artikel Menarik Lainnya :  Borobudur Marathon 2021 Powered by Bank Jateng Digelar dengan Prokes Ketat

“Kami ajari mereka lebih dulu, bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar. Sesuai standar WHO. Pertama dengan membasahi tangan dengan air yang mengalir. Kemudian gosok kedua telapak tangan.

Usap dan gosok kedua punggung tangan. Lalu, sela-sela jari. Ujung-ujung jari dengan posisi mengunci. Gosok dan putar kedua ibu jari. Terakhir letakkan ujung jari ke telapak tangan. Lepas itu, bilas dengan air bersih dan keringkan dengan tissue,” terang salah seorang panitia lomba, Diova,

Pelaksanaan lomba pun berlangsung meriah. Anak-anak berbaris rapi dengan menjaga jarak di depan tempat mencuci tangan. Satu baris, empat orang anak, berjarak satu meter tiap anak. Ada kurang lebih 30 orang peserta yang merupakan anak-anak yang masih berusia kecil.

Secara bergantian, empat orang anak mulai berlomba mencuci tangan dengan kran dan sabun cuci tangan masing-masing. Penilaian lomba pun mudah. Pertama, cara mencuci tangan harus benar dan urut. Kedua, waktu mencuci tangan minimal selama 20 detik. Terakhir, kedua tangan harus terlihat bersih setelah mencuci tangan.

Minat anak-anak mengikuti lomba tinggi. Para orangtua memberikan dukungan kepada anak-anak mereka. Sebagai syarat lomba, anak-anak wajib mengenakan masker dan menjaga jarak kurang lebih satu meter. Kegiatan ini berlangsung dengan menyenangkan.

“Harus pakai masker dan menjaga jarak. Tanpa itu, tidak boleh ikut lomba. Kami ajari mereka protokol kesehatan. Supaya mereka paham dan tahu apa yang harus dilakukan di masa adaptasi kebiasaan baru ini,” tutur Diova.

Salah satu peserta lomba cuci tangan, Dila (7), mengatakan, sebelum lomba, ia sudah belajar cara mencuci tangan yang baik dan benar sesuai standar WHO. Kebetulan pelajaran ini juga diajarkan oleh guru sekolahnya melalui proses belajar daring.

Artikel Menarik Lainnya :  Polisi Ungkap Kasus Penyalahgunaan Psikotropika di Magelang. Tersangka yang WNA Berdalih Tidak Paham Hukum di Indonesia

“Sudah belajar dan ibu guru juga mengajari cara mencuci tangan yang benar di pelajaran (daring). Akhirnya bisa tahu cara mencuci yang benar bagaimana dan praktek sekaligus bersama teman-teman tadi,” katanya.

Orangtua dari peserta lomba, Wiwit (35) juga menyambut baik kegiatan lomba cuci tangan ini. Menurutnya, anak-anak dapat tahu bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar. Terlebih, di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Bahkan, jika sekolah sewaktu-waktu bisa dibuka, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan.

“Lombanya edukatif, agar anak paham dan tahu apa yang harus dilakukan. Semoga bisa ditiru di desa-desa atau daerah lain,” tutur Wiwit.(cha).