Perawat Rumah Sakit di Wonosobo Ajak Pasien dan Pengunjung Bershalawat

SHALAWAT. Jajaran karyawan-karyawati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setjonegoro Wonosobo melantunkan salawat Nabi, seiring diperingatinya Hari Santri Nasional, Jumat (22/10).
SHALAWAT. Jajaran karyawan-karyawati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setjonegoro Wonosobo melantunkan salawat Nabi, seiring diperingatinya Hari Santri Nasional, Jumat (22/10).

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Jajaran karyawan-karyawati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setjonegoro Wonosobo mengajak para pengunjung dan pasien untuk bersama-sama melantunkan Salawat Nabi, seiring diperingatinya Hari Santri Nasional, Jumat (22/10).

Selaras menggemanya Salawat Nabi di seluruh ruangan tersebut, manajemen Setjonegoro juga mengajak berdoa, demi percepatan kesembuhan siapapun yang tengah diberikan ujian berupa sakit, serta agar kondisi pandemi covid-19 segera berlalu.

Direktur Utama RSUD Setjonegoro, dr Danang Sananto melalui Kepala Bagian layanan Umum Wajiran menjelaskan, pihaknya berinisiatif mengajak seluruh pegawai sampai para pengunjung yang tengah menunggu jadwal periksa untuk melangitkan Salawat Nabi, karena bertepatan dengan bulan baik Rabiul Awal yang juga merupakan bulan kelahiran Nabi Muhamad SAW.

“Momentumnya tepat, bulan baik Rabiul Awal, sekaligus hari ini juga tengah kita peringati bersama Hari Santri Nasional sehingga ajakan untuk menggemakan salawat ini mendapat sambutan positif dari para pengunjung Rumah Sakit,” tutur Wajiran.

Para karyawan maupun karyawati, disebut Wajiran juga bersemangat melantunkan salawat karena menjadi bagian dari pelaksanaan program ASN mengaji demi menjaga akhlak sebelum memulai pekerjaan rutin mereka masing-masing. Para pegawai RSUD Setjonegoro sendiri, menurut Wajiran telah mendeklarasikan sebagai insan berakhlak dan siap melayani kepentingan pasien sepenuh hati demi kesembuhan dan keselamatan.

Inisiatif salawat bersama, diakui sejumlah pengunjung maupun pasien, cukup mengejutkan namun kemudian justru membuat mereka terharu dan bersyukur bisa melantunkan doa secara serempak.

“Sangat bagus karena moment seperti ini kan juga jarang terjadi, padahal secara dampak untuk kesehatan rohani kita baik sekali,” jawab Hesti (32) salah satu pasien rawat jalan yang tengah menunggu antrean periksa di poli kandungan, saat ditanya bagaimana perasaannya diajak bersalawat bersama.

Artikel Menarik Lainnya :  Begini Cara Pria di Wonosobo Ini Menjual Samurai Palsu Hingga Belasan Juta Rupiah. Kini Ia Harus Pasrah Berurusan dengan Polisi

Dengan ajakan doa bersama itu, perempuan yang tengah mengandung anak kedua tersebut mengaku menjadi lebih tenang saat nantinya menjalani pemeriksaan dengan dokter dan optimis kelahiran anaknya yang diperkirakan masih dua bulan lagi, juga lebih lancar. (gus)