Perangkat Desa Siwuran Bagikan 3.000 Sabun Bagi 1.500 KK

SIMBOLIS. Penyerahan sabun secara simbolis dilakukan oleh kepala desa kepada satgas di masing masing dusun, disaksikan oleh jajaran forkompimca.
SIMBOLIS. Penyerahan sabun secara simbolis dilakukan oleh kepala desa kepada satgas di masing masing dusun, disaksikan oleh jajaran forkompimca.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Pemerintah Desa Siwuran Kecamatan Garung bertindak bijak dalam menangani pencegahan penyebaran wabah corona. Tidak menyemprot warga yang mau ke desa dengan disinfektan, namun mereka membagikan 3.000 sabun kepada 1.500 KK, serta  mendorong warga untuk berperilaku hidup bersih.

“Kita tidak buat posko dan penyemprotan disinfektan, tapi kita dorong warga hidup bersih. Caranya kita bagi sabun kepada seluruh warga sambil sosialisasi, total ada 3.000 batang sabun yang kita berikan. Kita minta mereka sering mandi dan cuci tangan,” ungkap Kades Siwuran, Sumantoro kemarin.

Penyerahan sabun secara simbolis dilakukan oleh kepala desa kepada satgas di masing masing dusun, disaksikan oleh jajaran forkompimca. Selain sabun batangan, warga juga diberikan sabun dalam bentuk cair dan sticker imbauan penanganan covid 19.

Menurutnya, pemberian sabun dan pembagian stiker kepada warga tersebut sudah didasarkan pada hasil pengalaman desa-desa lain yang menggelar kegiatan pembuatan posko dan penyemprotan disinfektan, namun dianggap kurang efektif.

“Kenapa yang kita lakukan bagi sabun dan sosialisasi hidup bersih, karena dari kesimpulan kita melihat pembuatan posko dan penyiraman desinfektan itu kurang efektif. Pembagian sabun itu juga hasil konsultasi dengan tenaga medis dan satgas covid di tingkat kecamatan,” terangnya.

Baca Juga
Disidak Anggota DPRD, Dua Posko Screening Sudah Kosong Melompong

Sumantoro menambahkan, bahwa dana atau anggaran untuk pembelian sabun belum mengambil dana dari desa, namun hasil iuran swadaya dari perangkat Desa Siwuran, sebanyak 12 orang, dengan nilai sumbangan sebesar Rp450 ribu dan Rp1,5 juta.

“Jadi anggaran pembelian sabun itu bersumber dari swadaya kades dan perangkat desa, total terkumpul sebesar Rp6,3 juta,” ucapnya.

Piihaknya berharap, masyarakat bisa mematuhi apa yang menjadi anjuran pemerintah dalam melawan atau mengatisipasi penyebaran virus corona di tanah air, utamanya di Kabupaten Wonosobo. Kita harap dengan kebersamaan dalam menghadapi wabah ini, kondisi akan lebih cepat pulih, dan kembali normal,” katanya.

Sementara itu, Camat Garung  Subiyantoro, mengemukakan bahwa ide serta  inovasi dari pemerintah desa di wilayah Kecamatan Garung dalam mencegah penyebaran wabah corona sangat dibutuhkan. Sehingga penyikapannya bijak dan tidak membuat warga panik.

“Saya kira upaya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Siwuran dengan membagikan 3.000 sabun dan stiker sosialisasi cukup efektif. Sebab, mampu mendorong untuk berperilaku hidup bersih,” katanya.

Menurutnya, satgas tingkat kecamatan terus melakukan upaya sosialisasi dan antispasi terhadap penyebaran virus tersebut kepada pemerintahan desa. Setiap desa di Kecamatan Garung telah membentuk tim atau satgas, mereka akan melakukan pemantuan, pemeriksaan dan sosialisasi.

“Jadi tim yang ada di desa itu bukan untuk menakut-naktui, tapi menjelaskan tentang virus, pola penyebarannya dan langkah antisipasi yang perlu dilakukan,” pungkasnya. (gus)