Pentingnya Memahami Kesehatan Reproduksi Remaja

TALK SHOW. Dokter Cahyaning Tias dan Erlinna ID, S Kep Ns saat menjadi narasumber talk show
TALK SHOW. Dokter Cahyaning Tias dan Erlinna ID, S Kep Ns saat menjadi narasumber talk show "Pentingnya Memahami Kesehatan Reproduksi Remaja" beberapa waktu lalu.

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Masa remaja merupakan bagian dari proses tumbuh kembang atau peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Menurut WHO, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 – 19 tahun, sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 – 18 tahun. Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Remaja harus memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya dan lebih bertanggung jawab. Melihat perkembangan teknologi yang pesat segala informasi dengan mudah kita dapatkan baik yang bersifat positif maupun negatif. Menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting, terutama pada usia remaja.

Hal tersebut disampaikan dr. Cahyaning Tias dan Erlinna ID. S Kep Ns saat menjadi narasumber talk show pada dengan tema pentingnya memahami “Kesehatan Reproduksi Remaja”

Menurut dr. Cahyaning Tias, anak memasuki usia remaja pada umur 10, 11 tahun, dari peralihan anak-anak menjadi remaja rasa ingin tau yang tinggi harus adanya kontroling dari orang tua,

Serta peran orang tua harus lebih ekstra dan besar dalam proses peralihan menuju remaja.

“Tidak hanya untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ reproduksi, remaja harus mendapatkan informasi yang benar tentang fungsi dan bagaimana cara menjaganya,”katanya

Diharapakan setelah remaja mengetahui informasi yang tepat dan mampu menghindarkan remaja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak masa depan.

Sedang dokter Tias menambahkan “Jika perempuan menikah diwajibkan diatas 20 tahun secara biologis dan psikologis sudah matang”.

Namun jika hamil dibawah umur seperti pernah di klinik saya ada anak hamil dibawah umur (12 tahun) dan itu sangat beresiko akan terjadinya pada pendarahan serta melahirkan dengan cara cesar, jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Siap-siap! Akan Ada Kapal Raksasa di Grabag Magelang

Lebih lanjut menurut Dokter Tyas, Secara biologis belum siap dan belum matang. Secara psikologis siap tidak siap menjadi ibu”.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diingkan maka yang harus diperhatikan mengenai, target cita-cita agar bisa tercapai, berdoa, beribadah membentengi diri dengan agama yang baik, serta terkait dengan presepsi dan pola pikir positif, tutur Tias.

Menjawab pertanyaan pendengar tentang anak usia SMP yang belum menstruasi, Dokter Tyas menjelaskan ” hal ini bisa dilihat dari postur tubuh dan tinggi badan, jika postur tinggi badan gemuk dan bb 49 jangan takut kecuali anaknya kecil atau karena adanya faktor tertentu “.

Erlinna narasumber berikutnya juga menghimbau peran orangtua dalam edukasi sex sejak dini menjadi sangat penting dilakukan. “Tentu saja dengan memperhatikan usia kesiapan anak sehingga informasi yang disampaikan pun sesuai dengan perkembangan usia anak,”jelas Erlinna.

Edukasi sex bisa dimulai dari pengenalan terhadap sistem, proses, serta fungsi alat reproduksi sehingga mereka akan bertanggungjawab dengan apa yang dia punyai.

Risiko penyakit, aspek ini juga sebaiknya sudah mulai dikenalkan dan disampaikan pada remaja yang sudah beranjak dewasa dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.

“Dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, remaja tentu akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksi,” tutur Erlinna.

“Anak jangan salah presepsi pada masa kesuburan melakukan hubungan bandan meskipun hanya sekali, namun bisa membuat hamil,” tambahnya

Maka dari itu pengetahuan dan peran orang tua sangat dibutuhkan dan sangat penting. Reproduksi sehat sebagai investasi masa depan,” jelas Erlinna

Pada kesempatan yang sama Erlinna menjawab pertanyaan mengenai usia SMP belum berani disunat, disarankan orangtua harus memotivasinya dengan teman sebaya yang sudah disunat, memberikan pemahaman jika usia sudah cukup belum sunat akan berpengaruh pada sistem reproduksinya.

Artikel Menarik Lainnya :  Hari Pertama PTM, Siswa SMP Mutual Langsung Ujian

Di akhir acara pembicara menyampaikan pesan untuk remaja tidak usah jadi siapa siapa, tetap jadi diri sendiri yang selalu menebarkan hal positif, memanfaatkan hal-hal positif dan jaga harga diri danTetap berdoa biar tetap dilindungi Allah. (adv)