Penting bagi Pencari Kerja! Pendidikan Formal Saja Tidak Cukup, Ternyata Harus..

EKONOM. Anggota DPRD Kota Magelang yang juga pengamat ekonomi, Tyas Anggraeni Bekti Prasetyo mengimbau calon pekerja kuasai daya saing teknologi dan digitalisasi. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
EKONOM. Anggota DPRD Kota Magelang yang juga pengamat ekonomi, Tyas Anggraeni Bekti Prasetyo mengimbau calon pekerja kuasai daya saing teknologi dan digitalisasi. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Lowongan pekerjaan yang kembali marak di Kota Magelang rupanya juga menuntut calon pekerjanya untuk menguasai sejumlah kriteria tambahan.

Salah satunya adalah kemampuan memfungsikan teknologi informasi dan popularitas di media sosial. Kriteria itu diterapkan di beberapa jenis pekerjaan seperti sales dan marketing.

Seperti halnya perempuan bernama Wulan (19) lulusan salah satu SMA ternama di Kota Magelang. Sembari membawa berkas ia mendatangi salah satu dealer mobil. Ia berniat melamar pekerjaan sebagai sales promosi mobil.

Kedatangannya ke dealer untuk mengikuti serangkaian tes wawancara. Wulan terpilih mengikuti seleksi lanjutan berkat nilai ujian tertulis dan pengikut media sosialnya.

Rupanya ada kriteria baru di dunia promosi sekarang. Tidak hanya memiliki kemampuan bicara dengan bujuk rayu agar menarik konsumen untuk membeli produk tertentu, tapi pengikut di media sosial pun sekarang jadi pertimbangan beberapa perusahaan.

“Saya punya followers 4K (4.000) di IG (instagram), Fb (facebook) sekitar 6K (6.000). Kalau twitter masih dikit. Ternyata followers juga jadi bahan pertimbangan saya bisa lolos,” ujar warga Jurangombo Utara, Magelang Selatan ini.

Fenomena ini terjadi memang akibat perubahan zaman setelah dua tahun dihantam pandemi Covid-19. Sejak awal pandemi, konsumsi media sosial meningkat pesat. Promosi yang tadinya konvensional berubah arah menggunakan teknik digital marketing.

Hal tersebut dibenarkan Anggota Komisi A DPRD Kota Magelang yang juga alumnus ekonomi Undip dan UGM Jogjakarta, Tyas Anggraeni Bekti Prasetyo. Menurutnya, saat ini industri sudah bertansformasi ke 4.0 di mana digitalisasi menjadi kualifikasi utama.

“Mau tidak mau, suka tidak suka seseorang yang ingin berkembang harus adaptif dengan alur kehidupan baru. Salah satunya kemampuan digital dan pemanfaatan teknologi,” kata Tyas saat dihubungi, Rabu (29/6).

Adaptasi kecanggihan teknologi, katanya, juga harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM). Lapangan pekerjaan yang kembali dibuka dengan porsi yang lebih besar, mayoritas menuntut calon karyawannya menguasai dunia digital dan teknologi.

“Di sinilah peran pemerintah semestinya menggencarkan pelatihan secara besar-besaran kepada calon-calon pekerja untuk menguasai pergerakan zaman. Saat ini eranya adalah kecepatan yang dibutuhkan, sehingga calon karyawan harus adaptif lebih cepat, tangkas, dan kompeten,” ungkapnya.

Tyas menilai, beberapa hal telah dilakukan Pemkot Magelang untuk mengasah kemampuan pemanfaatan teknologi informasi warganya.

“Salah satunya organisasi perangkat daerah (OPD) sekarang sudah memberikan layanan secara online. Ini bagian dari edukasi. Dalam suatu proses ada input proses output outcome, benefit dan impact harus berjalan dengan baik,” ucapnya.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Disnaker Kota Magelang, Eny Kusumadewi menjelaskan jika sejak awal 2022 terjadi kenaikan lowongan pekerjaan.

“Seiring recovering ekonomi di Kota Magelang setelah pandemi Covid-19 lowongan pekerjaan bertambah. Sampai dengan bulan Mei 2022 ada 1.279 lowongan,” sebutnya.

Sementara itu, berdasarkan website jobstreet.co.id dengan kata kunci “Magelang” terdapat 615 lowongan pekerjaan. Meski tidak semuanya berada di wilayah Kota Magelang. Namun, jumlah lowongan ini menjadi yang terbesar sejak pandemi Covid-19 melanda Maret 2020 silam. (wid)