Peningkatan Usaha Lanting Getuk Berbasis Teknologi Informasi

Peningkatan Usaha Lanting Getuk Berbasis Teknologi Informasi
Peningkatan Usaha Lanting Getuk Berbasis Teknologi Informasi

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Di Indonesia Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki jumlah paling besar. Walaupun UMKM tidak menargetkan keuntungan sebesar perusahaan berskala besar, namum UMKM cukup membantu dalam perkonomian Indonesia dan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Dari data yang di peroleh dari depkop.go.id/data-umkm, perkembangan pada tahun 2010 – 2015 adalah 6.498.333 unit (12,31%), pada tahun 2015 – 2016 mengalami perkembangan sebesar 2.388.788 (4.03%), tahun 2016 – 2017 mengalami perkembangan sebesar 1.271.529 (2,06%). Sedangkan tahun 2017 – 2018 mengalami perkembangan sebesar 1.271.529 (2,02%). Sehingga jumlah UMKM di Indonesia dapat meningkat dengan rata – rata 2,55%.

Dalam perkembangan UMKM di Indonesia sendiri sekarang mulai maju dengan sudah menggunakan media sosial dan e-commerce. Banyaknya UMKM yang melakukan promosi dengan media sosial. Sehingga konsumen tidak perlu lagi datang ke toko atau ke tempat usaha untuk melihat barang. Dengan media sosial memudahkan konsumen untuk melihat barang yang ingin dibeli melalui gambar dari produsen. Pelaku usaha juga semakin didukung perbankan di Indonesia. Perbankan menyediakan pembiayaan atau kredit khusus bagi pelaku UMKM.

Kondisi UMKM di Magelang mengalami penurunan sebanyak 12% pada tahun 2020. Dengan kasus terbanyak adalah pindah alamat, alih profesi dan kurangnya pengetahuan tentang bisnis. Para pelaku UMKM mengalami beberapa kendala masing – masing. Diantaranya, inovasi produk, pemasaran, kemasan, teknlogi, SDM dan SDA yang kurang memadai.

Dalam penyikapi permasalahan tersebut Universitas Muhammdiyah Magelang (Unimma) mengadakan Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) bekerjasama dengan UMKM Lanting Getuk di Dusun Jagan Wetan, Pasuruhan, Mertoyudan  Magelang dengan anggota Dahli Suhaeli, M.M (Ketua Pelaksana), Fina Ariyanti (Mahasiswa), Nur Fatikhatun Nufus (Mahasiswa), Sevi Risani Widodo (Mahasiswa), Vena Rastika (Mahasiswa) dan Yuliana Prihartanti (Mahasiswa).

Artikel Menarik Lainnya :  26 Desa Wisata di Kabupaten Magelang Jadi Binaan Kemenparekraf

“Sebagai mahasuswa yang sudah dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang ekonomi bisbis, saya selaku dosen pembimbing berharap pengabdian mahasiswa dapat membantu permasalahan yang dihadapi oleh UMKM agar lebih maju,” ujar Dahli Suhaeli.

Usaha yang dimiliki Tanti ini, menghasilkan lanthing gethuk dalam 3 varian rasa. Yaitu, rasa original, rasa pedas merah, dan rasa pedas hijau. Produk tersebut lebih banyak dipasarkan keluar kota. Usaha produktif yang beroperasi sejak tahun 1998 dan mempekerjakan 20 pekerja ini, masih banyak mengalami kendala di dalam pengembangan usahanya. Namun belum berkembang pesat.

“Dalam mengembangkan usaha selama ini saya mengalami kendala. Diantaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia, sehingga tidak mampu memenuhi semua permintaan konsumen; kesulitan memperoleh bahan baku ketela dari lingkungan sekitar; kapasitas oven untuk pengeringan lanthing  gethuk yang masih mentah sangat terbatas, sehingga saat musim penghujan produksi tidak dapat optimal; belum memiliki legalitas produk; dan wilayah pemasaran pun juga terbatas, karena selama ini banyaknya sales yang datang dari luar kota seperti Semarang dan Jogjakarta,” ujar Tanti pemilik usaha

Sebenarnya kendala-kendala tersebut dapat diatasi dari lingkungan sekitar Dusun Jagan Wetan, karena 1) cukup banyak lahan pertanian menganggur yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya ketela sebagai bahan baku lanthing gethuk; 2) warga dusun banyak yang menjadi buruh yang bekerja pada orang lain di luar dusun. Jika dilatih secara intensif, maka dapat ikut mengembangkan usaha olahan ketela tersebut.

Untuk membantu pelaku UMKM mengembangan usaha tim dari PPMT melakukan rangakain Program Kerja kurang lebih 3 bulan diantaranya sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan pelatihan di antaranya pembuatan Logo Usaha, Pemasaran Media Sosial dan e-commerce, Packaging dan Varian Rasa. Sehingga produk yang dihasilkan dapat dikenal masyarakat Magelang. Untuk pendampingan dan prakteknya dilakukan dua kali dalam seminggu meliputi pemasaran melalui media sosial dan e-commerce, pembuatan varian rasa dan pemasaran dengan adanya logo

“Kami mengusung tema peningkatan ekonomi melalui usaha lanting getuk berbasis teknologi informasi, jadi selama proses pengabdian kami memberi pengetahuan tentang promosi dan penjualan via instagram dan e – commerce, dan kami membuatkan akun instagram (@jolly.lantinggetuk) dan e – commerce Shopee (@jolly.lantinggetuk),” kata Vena salah satu mahasiswa

“Dengan target usaha dapat berkembang sehingga permintaan konsumen meningkat dan dapat membatu perekonomian desa maupun Magelang. Meningkatnya usaha dapat membatu mengurangi pengangguran di Magelang. Di harapkan kegiatan dapat terus berjalan dengan program yang sudah ada maupun di kembangkan” tambahnya

Artikel Menarik Lainnya :  Ada 7 Alasan UMKM Wonosobo Harus Go Digital

Mereka berharap dari kegiatan PPMT usaha lanting getuk milik Tanti lebih dikenal masyarakat Magelang dan bisa perkembang dengan pesat dan terus berjalan. (rls/adv)