Pengunjung Perpustakaan Daerah Wonosobo Turun 55 Persen

PENGUKUHAN. Memperingati HUT ke-32, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinas Arpusda) Wonosobo gelar pengukuhan Bunda Literasi dan peresmian Program Lentera Cantik.
PENGUKUHAN. Memperingati HUT ke-32, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinas Arpusda) Wonosobo gelar pengukuhan Bunda Literasi dan peresmian Program Lentera Cantik.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM– Memperingati HUT ke-32, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinas Arpusda) Wonosobo berkomitmen penuh mewujudkan perpustakaan transformatif berbasis inklusi sosial Jumat (11/3). Komitmen ini menyesuaikan perubahan zaman, yaitu dengan memberikan akses seluas-luasnya bagi komunitas sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Pengunjung perpustakaan dapat terfasilitasi melalui pelayanan digital yang baik, sehingga mampu memperkuat layanan masyarakat yang membutuhkan akses informasi, maka dari hal tersebut literasi menjadi penting sebagai panutan,” ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Acara yang dihadiri Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat tersebut, ditandai dengan pengukuhan Dyah Retno Sulistyowati sebagai Bunda Literasi Wonosobo oleh Bupati Wonosobo, juga sekaligus meresmikan penguatan Program Lentera Cantik.

Menurutnya, dengan spirit dan sinergitas antar elemen mampu mewujudkan fungsi perpustakaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Arpusda wonosobo menjadi pendorong upaya-upaya yang kreatif dan inovatif agar fungsi tersebut bisa dilakukan secara lebih maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo Musofa menyampaikan, dengan adanya pandemi covid-19, terjadi penurunan pengunjung yang cukup drastis. Data 2019 sebelum pandemi, total pengunjung sebanyak 38.487 orang, tahun 2020 turun menjadi 17.251 orang atau turun 21.000-an (55%) dari tahun sebelumnya. Sedangkan di 2021, jumlah pengunjung hanya mencapai 19.675 orang.

Menurutnya, dengan digelarnya acara tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali minat dan motivasi masyarakat berkunjung dan mendayagunakan fasilitas yang tersedia. Selain itu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menawarkan produknya, serta memperkuat pemahaman masyarakat tentang perpustakaan transformatif berbasis inklusi sosial.

“Perpusda Wonosobo memiliki banyak koleksi pustaka yang dapat dimanfaatkan masyarakat, dengan 42.172 judul buku, berbasis digital 2458 judul, dan 562 CD pembelajaran audio visual,” ungkapnya.

Bunda Literasi sekaligus Ketua Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati menekankan, pihaknya akan terus berkiprah  dalam upaya mencerdaskan serta meningkatkan literasi untuk kesejahteraan masyarakat Wonosobo.

“Acara ini merupakan langkah awal yang baik untuk bersinergi dengan semua pihak, mulai tingkat kabupaten, kecamatan, sampai pada tingkat desa, utamanya meningkatkan minat baca bagi anak-anak. Dengan harapan mampu mengembangkan kemampuan masyarakat dalam rangka menggali sumber daya berdasar referensi teknologi informasi menjadi produk bernilai ekonomis,” jelasnya.

HUT ke-32 Perpustakaan Wonosobo, dimeriahkan dengan pameran seni dan bazar tanaman hias serta buku mulai tanggal 7 sampai 23 Maret 2022. Acara diikuti  7 komunitas yakni penulis buku, disabilitas produktif, pecinta anggrek Indonesia dan tanaman hias, komunitas pengelola perpustakaan desa perwakilan dari 15 kecamatan dan lain-lain. (gus)