Pengrajin Sapu Bojong Beralih ke Walldecor, Peluangnya Lebih Menjanjikan

KERAJINAN. Arif saat memproduksi walldecor dibengkelnya di Dusun Keprekan Desa Bojong Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, yang sebelumnya sudah terkenal sebagai sentra pengerajin sapu

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Melihat peluang lain, seorang pengrajin sapu di Dusun Keprekan, Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, beralih mengembangkan kerajinan jenis walldecor rumbai anyaman atau dekorasi dinding berbahan natural.

“Desa Bojong sendiri sudah terkenal sebagai daerah pengrajin sapu, termasuk saya juga memproduksi sapu sendiri. Saya tertarik mengembangkan kerajinan walldecor karena pada prinsip proses produksinya hampir sama dengan memproduksi sapu. Dan hampir sebagian besar bahan produksinya juga sama,” ucap pengerajin walldecor,” Arif Hermawan, Minggu (7/3/2021).

Menurut Arif, bahan baku yang dipergunakan sebagian besar adalah bahan alami, yaitu mendong agel, debog (pelepah pisang), rayung (bahan dasar sapu), enceng gondok, bambu (untuk kerangka), pandan dan tali rafia. “Proses produksinya bahan yang berupa tali dililit dan dianyam, kemudian dirangkai menjadi suatu wujud, bisa berupa tatakan piring, karpet, wadah keranjang anyaman, pot bunga, hiasan dinding rumbai dan lain sebagainya. Tikar yang berbahan dasar Mendong (tumbuhan pantai), bisa diproduksi menjadi walldecor, dan bisa menaikan harga jual,” terang Arif.
Menurut Arif, dirinya mulai beralih membuat kerajinan walldecor pada Januari 2021, saat itu dirinya melihat jika kerajinan tersebut mampu diproduksi sendiri dan memang sedang menjadi trend saat ini.

Baca Juga
Putus Penyebaran Covid-19, PMI Kabupaten Magelang Lakukan Penyemprotan di Perumnas Kalinegoro
Bahkan Arif sempat mencoba melilit bahan yang berbentuk tali, untuk memastikan hasilnya. Adapun untuk walldecor yang terdapat bahan rayung dirinya telah terbiasa merangkai rayung menjadi sebuah sapu. “Setelah saya amati proses produksinya hanya dililit dan dianyam, sebelum dirakit atau disatukan menjadi sebuah benda. Saya merasa mampu untuk membuat kerajinan itu, karenan prinsipnya hampir sama dengan membuat sapu berbahan rayung,” terang Arif.
Untuk pemasaran, Arif menjual produksinya ke Bogor Jawa Barat. Sementara ini produksi masih dilakukan seorang diri. Dirinya mengaku sempat kewalahan memenuhi permintaan walldecor.
“Baru memenuhi permintaan di Bogor saja, dan produksinya masih saya lakukan seorang diri. Dan saya masih melakukan produksi sapu, karena itu masih hal yang pokok,” ungkap Arif.

Artikel Menarik Lainnya :  Petani Jahe di Kabupaten Magelang Dilatih Mengelola dan Memasarkan Hasil Tani

Untuk hasil akhir Arif mengaku konsumen puas, karena permintaan terus berlanjut. Selain itu ada beberapa pengerajin sapu disekita tempat tinggal Arif, yang juga tertarik dengan produksi walldecor. “Pengerajin disini ada yang melihat hasil karya saya dan katanya sudah bagus. Dirinya juga tertarik ingin memproduksi,” tutur Arif. (cha)