Pengetan Jumenengan Hari Jadi Purworejo Digelar Ringkas dan Terbatas, Menparekraf Hadir Secara Virtual

Pengetan Jumenengan Hari Jadi Purworejo Digelar Ringkas dan Terbatas, Menparekraf Hadir Secara Virtual
JUMENENGAN. Malam Pengetan Jumenengan digelar lebih ringkas dan terbatas di Pendopo Kabupaten Purworejo, kemarin. (foto : eko sutopo / purworejo ekspres)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Malam Pengetan Jumengan memuncaki rangkaian peringatan Hari Jadi ke-191 Kabupaten Purworejo, Minggu (27/2). Acara berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo dengan kemasan lebih ringkas dan terbatas dari tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat bagi para penyaji atau penari, undangan yang hadir juga dibatasi.

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dan Wakil Bupati Yuli Hastuti SH hadir langsung bersama Sekda Said Romadhon, para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah dan para Kabag Setda. Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno batal hadir secara langsung, tetapi tetap hadir secara virtual.

Sandiaga Uno menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi Kabupaten Purworejo ke-191. Pihaknya mendoakan agar visi misi Kabupaten Purworejo bisa tercapai.

“Saya mengucapkan selamat hari jadi yang ke-191 Kabupaten Purworejo, semoga visi dan misi yaitu Purworejo berdaya saing 2025 dapat terwujud,” katanya.

Sadiaga Uno sebenarnya berencana hadir secara langsung dalam gelaran Jumenengan tahun ini. Namun, Sandiaga harus mengikuti rapat bersama presiden yang tidak dapat ditinggalkan.

“Tentunya saya ingin hadir langsung pada acara yang sangat sakral ini. Namun, saya harus menghadiri rapat bersama presiden,” sebutnya.

Kendati demikian, pada tahun depan Sandiaga berencana akan menghadiri secara langsung acara Jumenengan di Purworejo.

“Jumenengan ini juga bisa menjadi atraksi dan daya tarik wisata, ingin rasanya saya hadir secara langsung tahun depan untuk melihat di Kabupaten Purworejo. Saya berharap dengan semangat dan kolaborasi yang ada, perkembangan pariwisata di Purworejo dapat terus mendorong kita untuk selalu berinovasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Purworejo memiliki potensi yang sangat baik dalam hal pengembangan pariwisata.

“Kabupaten Purworejo sebagai rumah dari destinasi super prioritas Borobudur, memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan dan kebangkitan ekonomi desa,” jelasnya.

Pengembangan Desa Wisata di Purworejo, lanjutnya, juga sudah mendapatkan prestasi yang bergengsi di tingkat nasional. Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing berhasil meraih juara sebagai Desa Wisata Rintisan dalam anugerah Desa Wisata tingkat nasional.

“Pengembangan desa wisata yang dilakukan Kabupaten Purworejo sudah membuahkan hasil, karena salah satu desa wisata di Kabupaten Purworejo yaitu Desa Pandanrejo, tahun lalu telah berhasil menembus, meraih juara pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 untuk kategori desa wisata rintisan,” terangnya.

Menurutnya, Desa Pandanrejo sangat memiliki daya tarik, terutama dengan keunikan disana yakni populasi kambingnya lebih banyak dibandingkan manusia.

“Desa ini adalah desa yang saya sebut sebagai New Zealand van java, karena jumlah kambing disana lebih banyak dari populasi masnusianya, ini sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan,” katanya.

Pada siang hari sebelum acara Pengetan Jumenengan, digelar acara Kenduri Agung. Seluruh OPD membawa nasi tumpeng masing-masing yang selanjutnya tumpeng tersebut di makan secara bersama-sama. Sementara untuk Jumenegan seluruh OPD juga berpakaian adat dengan dihibur tari-tarian Beksan Kidung Cakra, Beksan Cakra Tunggal, dan Sendratari Sraddhan.

Bupati Agus Bastian menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat, termasuk Perangkat Daerah, yang telah ikut menyemarakkan Peringatan Hari Jadi ke- 191 Kabupaten Purworejo, dengan berbagai kegiatan. Meskipun masih berada di tengah pandemi, ternyata semangat dan antusiasme untuk merayakannya sangat luar biasa.

“Tentu saja, saya selalu berpesan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan yang digelar, agar tidak muncul klaster hari jadi. Semoga melalui untaian doa-doa yang kita panjatkan termasuk dalam kenduri agung dan Pengetan Jumenengan ini, pandemi Covid-19 akan segera berlalu,” ungkapnya. (top)