Pengedar Yarindu di Temanggung Ditangkap Polisi

DITUNJUKKAN. Barang bukti dan tersangka ditunjukkan saat gelar perkara di Mapolres Temanggung, kemarin. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
DITUNJUKKAN. Barang bukti dan tersangka ditunjukkan saat gelar perkara di Mapolres Temanggung, kemarin. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Tersangka pengedar Ibnu Hajar (25) dan barang bukti ribuan pil yarindu diamankan Satuan Reserse dan Narkotika (Satresnarkoba) Polres Temanggung.

Tersangka yang warga Kampung Sidorejo Parakan Kauman Kecamatan Parakan tersebut kini diinapkan di ruang tahanan Mapolres setempat.

Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin menjelaskan, tersangka terbukti menyimpan dan mengedarkan barang terlarang kepada masyarakat.

“Tersangka ini memang sengaja membeli barang haram itu untuk dijual kembali, dengan modus untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan pil itu,” terang Kapolres saat gelar perkara, kemarin.

Dari tersangka ini diamankan sejumlah barang bukti di antaranya, 2 botol plastik warna putih berisi pil warna putih berlogo huruf Y, tiap botol berisi kurang lebih 1.000 butir. 10  lembar Tramadol 50 kapsul, tiap lembar berisi 10  kapsul total jumlah 100 kapsul.

Selain barang bukti tersebut juga diamankan, 21 lembar tramadol hcl tablet 50 mg, tiap lembar berisi 10  butir pil. Jumlah 210  butir pil, satu bungkus pengiriman paket JNE warna merah dengan penerima Ibnu Hajar (tersangka) dan satu lembar tramadol 50 kapsul, berisi lima kapsul.

“Tidak hanya itu masih ada barang bukti lainnya yakni, satu bungkus plastik klip berisi 6 butir pil warna putih berlogo huruf Y, uang tunai Rp100.000 dan satu buah handphone merk OPPO warna putih gold berikut nomor simcard,” jelasnya.

Menurutnya, terungkapnya peredaran pil yarindu di wilayah hukum Polres Temanggung ini, berawal dari informasi masyarakat bahwa tersangka ini menjual obat daftar G jenis pil warna putih berlogo huruf Y / Pil Yarindo dan tramadol.

Dari pengakuan tersangka, tiap box berisi 100  butir Pil warna putih berlogo huruf Y/ Pil Yarindo dijual dengan harga Rp150.000, sedangkan untuk tiap box berisi 5 lebar pil Tramadol dijual dengan harga Rp200.000.

Artikel Menarik Lainnya :  Bupati Temanggung Ajak Warga Tekan Covid-19

“Dari menjual pil ini tersangka mendapatkan keuntungan yang cukup banyak,” katanya.

Karena terbukti memiliki dan mengedarkan pil yarindo dan tramadol, tersangka diancam dengan Primer Pasal 196 yo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3), Subsider Pasal 197 yo Pasal 106 ayat (1), Lebih Subsider Pasal 198 yo Pasal 108 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10  tahun dan pidana denda paling banyak Rp1 miliar.

Sementara itu tersangka mengaku, nekat menjual barang haram ini lantaran penghasilan dari pekerjaanya selama ini belum bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, apalagi di tengah-tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Terpaksa, karena saat ini kebutuhan hidup naik, sedangkan penghasilan saya tidak menentu,” ungkap Ibnu Hajar.

Ia mengaku menjual barang haram ini kepada kalangan tertentu saja, terutama yang sudah mengenal dirinya.

“Tidak semua orang saya beri, belinya dari media sosial, uang ditransfer dan kemudian barang yang saya pesan langsung dikirim sesuai dengan alamat yang saya berikan,” tutupnya. (set)