Pengabdian Dosen Teknik Mesin Untidar, Ajak Remaja Musala Asy Syafi’i “Ngaji” Mekatronika

Pengabdian Dosen Teknik Mesin Untidar, Ajak Remaja Musala Asy Syafi’i “Ngaji” Mekatronika
PENJELASAN. Salah seorang dosen Untidar sedang memberi penjelasan terkait penanda waktu salat digital

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Remaja Musala Asy Syafi’i, Kampung Sanden, Kramat Selatan, Magelang Utara, Kota Magelang diajak “Ngaji” bidang keilmuan Mekatronika. Ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan Dosen Teknik Mesin Universitas Tidar (Untidar).

Tim Pengabdian yang diketuai Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng dengan anggota Ir. Kun Suharno, M.T mengambil judul “Pelatihan Pemrograman Penanda Waktu Salat Digital Berbasis Mikrokontroler.” Pesertanya merupakan remaja-remaja di lingkungan musala.

Para remaja dilatih untuk belajar atau ngaji pemrograman mikrokontroller yang merupakan salah satu bagian kecil dari bidang teknologi Mekatronika.

“Kegiatan ini sangat mengasyikkan dan menambah keterampilan baru. Semoga dengan adanya kegiatan ini kita sebagai para remaja lebih giat lagi untuk belajar, belajar, dan belajar terutama tentang teknologi modern,” ujar Rivan, salah satu remaja yang menjadi peserta.

Mereka diajari memrogram lampu LED dari yang paling sederhana, Running LED, memrogram  7 segment, dan masih banyak lagi yang bisa dipelajari. Pada akhirnya mereka bisa mengerti dasar pemrograman jam penanda waktu salat digital berbasis mikrokontroler.

Mereka belajar dasar-dasar pemrograman mikrokontroler mulai dari nol, mengingat latar belakang dan variasi umur yang berbeda-beda.

“Ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami,” tutur Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng yang akrab disapa Uncle Taufik oleh remaja setempat.

Taufik menambahkan program pelatihan ini bisa menjadi salah satu ajang untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 karena teknologi Mekatronika adalah salah satu teknologi kunci di dalamnya.

“Nantinya, unsur teknologi Mekatronika akan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari untuk otomatisasi seperti pada peralatan-peralatan rumah tangga, jam digital, robot, mesin-mesin otomatis, alat pendeteksi api, teknologi 3D Printing, sistem kontrol kendaraan, dan masih banyak lagi,” ujar Taufik.

Artikel Menarik Lainnya :  Penanaman 4 Pilar MPR RI Tidak hanya Jargon Semata

Baca Juga
5 Proposal UNIMMA Lolos Pendanaan Dirjen Dikti

Setelah melakukan pelatihan, tim pengabdian menyerahkan luaran pengabdian berupa jam penanda waktu salat digital berbasis mikrokontroler secara simbolis pada Rabu 5 Agustus 2020 lalu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan seperti pada saat pelatihan dilaksanakan.

Tim pengabdian membatasi peserta dan masyarakat yang diundang, physycal distancing diterapkan, sabun cuci tangan dan handsanitazer disediakan, serta semua peserta dan undangan diberi masker untuk dipakai.

Ir. Kun Suharno, M.T menambahkan, kegiatan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) seperti ini berpotensi untuk dilanjutkan dengan program-program inovatif lainnya.

“Universitas Tidar saat ini lebih memprioritaskan daerah di sekitar kampus untuk dijadikan lokasi pengabdian, seperti di Dukuh Sanden ini,” ujarnya.

Hal tersebut disambut baik Ketua RW setempat, Prasetyo. Ia berterima kasih dan berharap kemitraan yang sudah terjalin saat ini bisa terus berlanjut.

“Nanti juga akan kami sampaikan saat rapat rutin di tingkat kelurahan, bahwa di RW 8 Dukuh Sanden ini telah dilaksanakan kegiatan bagus dan kedepannya kami akan meminta dukungan dari pihak kelurahan untuk mengembangkan kemitraan dengan Universitas Tidar,” ujarnya. (rls/adv)