Penemuan Mayat di Sungai Tritis Gemparkan Warga

Tim SAR BPBD Temanggung mengevakuasi mayat yang ditemukan di dasar sungai Tritis Desa Wonotirto Kecamatan Bulu
EVAKUASI. Tim SAR BPBD Temanggung mengevakuasi mayat yang ditemukan di dasar sungai Tritis Desa Wonotirto Kecamatan Bulu, Kamis (16/6). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG,MAGELANGEKSPRES.COM – Penemuan mayat di sungai Tritis Dusun Grubuk Desa Wonotirto Kecamatan Bulu, Kamis (16/6) pagi membuat gempar warga setempat.

Diduga korban meninggal setelah tergelincir dari tebing setinggi 25 meter.

Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi mengatakan, korban ditemukan oleh warga setempat saat beraktivitas di sekitar lokasi tersebut. Temuan ini kemudian dilaporkan ke parangkat desa dan diteruskan kepada petugas di Polsek Bulu.

Ia mengatakan, dari laporan ini kemudian petugas dari Polsek, Inafis Polres Temanggung beserta tim SAR BPBD Temanggung langsung menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

“Korban langsung dibawa ke RSUD Temanggung untuk dilakukan otopsi, dari hasil otopsi ini nantinya akan diketahui penyebab pasti dari kematian korban,” terangnya.

Dugaan sementara lanjut Kapolres, korban meninggal akibat benturan di kepala bagian belakang, sebab di bagian tersebut ada luka.

“Memang ada luka, tapi penyebab pastinya belum tahu, bisa jadi terbentur saat jatuh atau yang lainnya, penyebab pasti masih menunggu hasil autopsi,” jelas Kapolres.

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, korban berpamitan dari rumah mertua untuk keluar rumah, namun sehari semalam tidak kunjung pulang.

“Karena sehari semalam sudah tidak pulang, maka warga berinisiatif untuk mencari korban, dan akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia di dasar sungai,” jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan, selama ini korban diketahui dalam keadaan sehat dan normal, tidak ada kelainan yang dialami oleh korban.

Sementara itu Misdi (53) warga setempat menuturkan, korban adalah Suratman warga Dusun Lempong Desa Bandungede Kecamatan Kedu, yang beristri orang Desa Wonotirto.

“Korban ini datang ke Wonotirto untuk menengok bayi, saat sampai di rumah mertuanya korban langsung berpamitan untuk keluar rumah,” terangnya.

Menurutnya, sejak keluar rumah korban tidak kunjung pulang, bahkan setelah ditunggu dari siang hingga malam dan pagi hari juga tidak kunjung ketemu.

“Karena merasa khawatir akhirnya warga berinisiatif untuk mencari korban, dan akhirnya korban ditemukan warga sudah meninggal dunia di sungai tritis,” ceritanya. (set)