Pendaki Dilarang Dekati Bibir Kawah Sindoro dan Sumbing

    //Tebing Mudah Longsor//

    TEMANGGUNG – Para pendaki dilarang mendekati bibir kawah di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Selain itu pendaki juga dilarang mendirikan tenda atau beraktivitas di bawah tebing yang ada di puncak kedua gunung tersebut. Pasalnya struktur tanah dan bebatuan di puncak gunung sangat labil.

    “Mudah terjadi longsor, jangan mendirikan tenda di bawah tebing dan sekitar kawah,” pesan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sumbing, Yuli Rahmatulloh, kemarin.

    Menurutnya, meskipun dinilai masih normal atau level 1, aktivitas Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing berdasarkan pengamatan Pos Pengamatan Gunungapi Sundoro dan Pos Pengamatan Gunungapi Sumbing PVMBG, Badan Geologi, terjadi beberapa kali gempa.

    “Para pendaki harus berhati-hati ketika berada di lokasi kawah Gunung Sumbing karena struktur batunya labil dan mudah lepas serta tidak berkemah di dasar kawah,” pintanya.

    Ia mengatakan, berdasarkan laporan aktivitas gunung api pada tanggal 3 Mei 2019, pantauan meteorologi, cuaca Gunung Sumbing cerah, berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat daya. Suhu udara 21-25 °C, kelembaban udara 89-90 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

    “Secara visual, gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah nihil,” ungkapnya.

    Berdasarkan laporan aktivitas April 2019 PVMBG, aktivitas kegempaan Gunung Sumbing, terjadi dua kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, tujuh kali gempa tektonik lokal, 71 kali gempa tektonik jauh.

    “Pengunjung atau wisatawan agar berhati-hati ketika berada di lokasi kawah karena struktur batunya labil dan mudah lepas serta tidak berkemah di dasar kawah, karena dimungkinkan terdapat gas vulkanik beracun pada malam hari terutama pada saat cuaca buruk,” tutur dia.

    Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

    Sementara berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Sindoro, Warseno, pantauan meteorologi Gunung Sundoro cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat daya.

    Sedangkan Suhu udara 21-25 °C, kelembaban udara 89-90 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Secara visual, gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

    Berdasarkan laporan aktivitas April 2019 PVMBG, aktivitas kegempaan Gunung Sindoro, terjadi empat kali gempa hembusan, dua kali gempa vulkanik dangkal, dua kali gempa vulkanik dalam, tujuh kali gempa tektonik lokal, 71 kali gempa tektonik jauh. Namun untuk kesimpulan, tingkat aktivitas Gunung Sindoro Level I atau Normal. Rekomendasinya, masyarakat di sekitar Gunung Sindoro agar tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Sindoro.

    Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Api Sindoro dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah puncak Gunung Sundoro dalam jarak dekat. Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Gunungapi Sundoro dalam KRB II bisa beraktivitas seperti biasa dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Sindoro yang dikeluarkan oleh BPBD setempat.

    PVMBG selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Jawa Tengah dan BPBD Temanggung, BPBD Wonosobo tentang aktivitas Gunung Sindoro, masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat. BPBD Temanggung, BPBD Wonosobo juga agar senantiasa berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunungapi Sundoro dan Sumbing di Desa Gentingsari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung atau dengan PVMBG di Bandung. (set)