Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 3 Sampai 30 April

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 3 Sampai 30 April
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 3 Sampai 30 April

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG UTARA – Pendaftaran gelombang ketiga Program Kartu Prakerja telah dibuka dan akan berakhir pada Kamis (30/4) mendatang. Jawa Tengah mendapatkan kuota calon penerima kartu pra kerja sebanyak 420.000 orang.

Beberapa tahapan cara mendaftar Kartu Prakerja untuk gelombang 3 ini. Calon peserta mendaftar secara daring melalui laman resmi prakerja.go.id dengan mengisi data diri.

Data tersebut kemudian akan diverifikasi dan dilanjutkan dengan tes singkat untuk kemampuan dasar dan motivasi diri.

Selanjutnya, bila calon peserta lolos, mereka diarahkan untuk masuk ke kanal digital yang menjadi mitra manajemen pelaksana kartu prakerja.

Calon peserta dapat memilih sendiri jenis pelatihan pelatihan yang diinginkan dari total ada sekitar 2.000 jenis pelatihan yang tersedia di delapan kanal digital tersebut.

Setelah memilih jenis pelatihan, calon peserta tinggal mengikuti pelatihan secara daring. Hal ini karena mempertimbangkan pandemi Covid-19 sehingga panitia memutuskan pelatihan dilaksanakan tanpa tatap muka.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Gunadi Wirawan mengatakan, batasan pemenuhan kuota calon penerima manfaat kartu pra kerja hanya ditangani oleh pemerintah provinsi.

“Daerah hanya diminta untuk memantau tiap gelombang. Apabila mereka lolos nanti Pemprov Jawa Tengah akan mengirimkan nama-nama data tersebut ke daerah,” kata Gunadi, saat dihubungi, Selasa (28/4).

Kendati demikian, dia menjelaskan selama pendaftaran gelombang satu dan dua terjadinkesalahan yang paling banyak dilakukan calon pendaftar. Sebagian besar, mereka salah saat mengisi identitas diri.

“Mungkin terlihat mudah, tapi kebanyakan peserta gagal diverifikasi karena data pribadi yang diisi salah,” ujarnya.

Gunadi menyebut, Disnaker Kota Magelang tidak mengetahui soal susahnya login ke laman kartu pra kerja. Sebab, hal itu sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah pusat.

“Ada yang lapor kalau NIK-nya tidak bisa diverifikasi karena ada kesalahan memasukkan data, tapi sejalan dengan waktu makin banyak yang bisa masuk ke proses pendaftaran,” imbuhnya.

Selain itu, dia mengatakan kesalahan yang juga banyak dilakukan adalah saat mengunggah foto. Kegagalan terjadi karena foto yang diunggah peserta tidak dapat dibaca oleh sistem.

“Unggah foto diri itu harus sesuai dengan foto KTP, memang banyak peserta memberikan foto yang tidak bisa dibaca sistem,” jelasnya.

Gunadi menambahkan bahwa sedianya Program Kartu Prakerja tersebut dibuka untuk 5,6 juta orang se-Indonesia dengan anggaran sebesar Rp20 triliun. Pendaftaran akan dibuka setiap minggu hingga akhir tahun.

“Jika peserta telah menyelesaikan proses pendaftaran dan berhasil, maka peserta yang telah disaring akan dipilih secara acak untuk mengikuti gelombang pelatihan,” katanya.

Peserta, kata dia, akan mendapatkan insentif Rp1 juta yang hanya bisa dipergunakan untuk pelatihan di platform digital. Paltform dan jenis pelatihan bebas dipilih oleh peserta sesuai dengan keingnan dan kebutuhan.

Jika telah menyelesaikan pelatihan pertama, maka peserta akan menerima insentif sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan.

Peserta juga akan mendapatkan insentif survei sebesar Rp150.000 dengan mengisi sebanyak 3 survei, sehingga total insentif Program Kartu Prakerja yang didapat peserta adalah sebesar Rp3,55 juta. (wid)