Pencuri 10 Handphone di Kantor PNM Mekar Kedu Berhasil Dibekuk Polisi

DIGELANDANG. Dua tersangka kasus pencurian HP digelandang ke ruang tahanan Mapolres Temanggung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
DIGELANDANG. Dua tersangka kasus pencurian HP digelandang ke ruang tahanan Mapolres Temanggung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dua tersangka kasus pencurian telepon genggam di kantor Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar Cabang Kedu, Kabupaten Temanggung dibekuk. Dari mereka diamankan puluhan telepon genggam bernilai lebih dari puluhan juta rupiah.

Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin menyebutkan dua tersangka kasus pencurian tersebut yakni AP (30) warga Dusun Sumbersari RT. 001 RW. 011 Desa Parakan Wetan Kecamatan Parakan dan BD (43) warga Lingkungan Jetisharjo JT.II/503, Kelurahan Cokrodiningratan RT 30, RW 007, Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta Provinsi DIY.

“Kedua tersangka ini berhasil ditangkap setelah terbukti melakukan tindak kejahatan pencurian telepon genggam,” kata Kapolres, kemarin.

Kapolres mengatakan, tersangka AP melakukan pencurian dengan cara memanjat pagar tembok belakang kantor kemudian turun lalu mencongkel pintu belakang menggunakan linggis.

Setelah pintu terbuka kemudian tersangka AP masuk, lalu mengambil telepon genggam sebanyak 10 buah.

“Tersangka AP menuju ke dapur dan mengambil tabung gas 3 kilo warna hijau 1 buah,” jelas Kapolres.

Dijelaskan, telepon genggam hasil curiannya kemudian dibawa ke Jogjakarta, dengan meminta bantuan kakak iparnya untuk menjualkan telepon genggam hasil curiannya.

“Kemudian tersangka AP berangkat ke Jogjakarta menemui kakak ipar tersangka yaitu  BD. Setelah sampai di Jogjakarta dan bertemu BD, tersangka AP menyerahkan telepon genggam dan meminta tolong untuk menjualkan,” terangnya.

Lanjut Kapolres,  tersangka datang lagi menemui BD untuk meminta uang hasil penjualan telepon genggamnya, AP menerima uang sebanyak Rp5 juta dari hasil penjualan telepon genggam dari BD.

“Setelah uang diterima AP memberi imbalan BD satu juta rupiah,” jelasnya.

Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti di antaranya, 10 dus book telepon genggam, lima telepon genggam samsung, sebuah tabung gas, sebuah sepeda motor  dengan nomor Polisi AB 2183 FI.

Kedua tersangka diancam dengan Pasal 363 Ayat (1) dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun dan Pasal 480 KUHPidana dengan pidana penjara selama-lamanya empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya sembilan ratus rupiah.

Artikel Menarik Lainnya :  17.639 Pekerja Swasta di Temanggung Telah Divaksin Covid-19

“Tersangka AP sebagai eksekutor pencurian sedangkan BD yang menjualkan barang hasil pencurian,” tutupnya.

Sementara itu tersangka AP mengaku nekat melakukan pencurian, lantaran kepepet kebutuhan ekonomi, selama pandemi ini penghasilan tidak pernah menentu.

“Kebutuhan jalan terus sedangkan hasil belum tentu ada, terpaksa saya nekat melakukan ini,” tuturnya. (set)