Pemudik Asal Banjarmasin Tulari 2 Anggota Keluarganya, Pasien Corona di Kota Magelang jadi  20 Orang

Pemudik Asal Banjarmasin Tulari 2 Anggota Keluarganya, Pasien Corona di Kota Magelang jadi  20 Orang
Pemudik Asal Banjarmasin Tulari 2 Anggota Keluarganya, Pasien Corona di Kota Magelang jadi  20 Orang

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Pasien terkonfirmasi positif corona (Covid-19) di Kota Magelang bertambah dua orang, sehingga total ada 20 pasien corona.

“Kasus yang positif ini bertambah dari Kelurahan Gelangan. Istri pemudik asal Banjarmasin yang suaminya meninggal (positif corona) tertular. Kemudian juga menulari seorang lanjut usia (lansia) di rumah itu,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto, Kamis (14/5).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang itu menjelaskan, seorang lansia yang kemudian tertular oleh pemudik Banjarmasin itu tidak lain adalah sang pemilik rumah. Total ada 7 orang penghuni yang tinggal di rumah tersebut.

“Cukup beruntung memang setelah dites, ternyata dua positif dan lima orang lainnya penghuni rumah dinyatakan negatif,” jelasnya.

Saat ini, dua pasien positif corona klaster Banjarmasin itu tengah dirawat di RS Budi Rahayu Kota Magelang. Kabar baiknya, jumlah yang sembuh pun juga bertambah.

Baca Juga
Masuk Purworejo, Kendaraan Pemudik Dipaksa Putar Balik

Majid menyebut, dua pasien positif corona yang dirawat di RS Budi Rahayu berhasil disembuhkan. Total sampai saat ini, angka kesembuhan pasien corona sebanyak 7 orang. Sedangkan meninggal dunia sebanyak 7 orang, terdiri dari 2 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 5 lima orang positif.

Terkait kasus penambahan pasien positif klaster pemudik Banjarmasin ini, Majid mengaku akan segera melakukan tracing. Terutama mereka yang kontak erat dengan dua pasien positif yang baru saja dikonfirmasi.

“Kemudian untuk pasien yang sebelumnya positif tapi dinyatakan sembuh, jumlahnya dua orang ini merupakan klaster Gowa. Salah satunya adalah anak berusia tujuh tahun,” imbuhnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, 14 Mei pada pukul 12.00 jumlah orang tanpa gejala (OTG) masih tetap 305 kasus, orang dalam pemantauan (ODP) bertambah satu kasus menjadi 251 orang, PDP 30 kasus, dan 19 di antaranya dinyatakan sembuh.

Menyikapi perkembangan kasus Covid-19 yang kian bertambah karena faktor orang luar, pemudik, dan lain sebagainya, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito terus mengimbau agar masyarakat waspada. Terutama menyambut kedatangan pemudik dari luar daerah.

“Meskipun sudah ada larangan mudik, tapi kita tidak tahu mereka punya strategi gimana untuk tetap bisa pulang ke kampung halaman. Kesadaran dan kedisiplinan di sini sangat penting, jangan sampai keluarga yang kita sayangi akhirnya harus tertular,” ucapnya.

Dia meminta masyarakat juga Satgas Penanganan Covid-19 tingkat RT dan RW untuk responsif melaporkan warga baru di setiap lingkungan mereka. Sebab, dari pengawasan ini kemudian bisa dilakukan langkah penanganan dengan baik.

“Misalnya harus diisolasi, segera diupayakan tes, dan lain sebagainya. Kita sediakan ruang isolasi di Budi Rahayu kalau memang tidak sanggup untuk karantina di rumah,” ujarnya. (wid)