Pemuda di Pituruh Purworejo Tewas Dipatok King Cobra Piaraanya

DISEMAYAMKAN. Korban patok ular king kobra saat disemayamkan di rumah duka di Desa Kalikutes Kecamatan Pituruh. (Foto lukman)
DISEMAYAMKAN. Korban patok ular king kobra saat disemayamkan di rumah duka di Desa Kalikutes Kecamatan Pituruh. (Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Nasib nahas dialami oleh Khalwani Zain (17) warga Desa Kalikutes RT 04 RW 01, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Penghobi pelihara hewan reptil ini meregang nyawa usai dipatok oleh King Cobra peliharaannya.

Kapolsek Pituruh, AKP Saptohadi, SPd SH MH, saat dimintai konfirmasi, Senin (25/4) membenarkan adanya peristiwa pemuda di wilayah hukum Polsek Pituruh yang meninggal dunia usai digigit oleh ular king cobra.

“Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/4) sore. Korban telah dimakamkan siang tadi di pemakaman desa setempat,” terangnya.

Disampaikannya, musibah tersebut bermula saat korban bersama teman-temannya bermain-main dengan beberapa hewan reptil termasuk ular King Cobra hitam yang dipelihara oleh korban di lapangan Desa Pituruh.

Saat korban memainkan ular tersebut ditangannya, tanpa disangka ular tersebut mematok lengan tangan sebelah kanannya. “Dari informasi yang dihimpun anggota kami di lapangan, ternyata ular tersebut baru dibeli oleh korban tiga hari sebelumnya dari Pasar Gombong,” katanya.

Usai terpatuk, oleh kedua orang temannya korban dilarikan ke seorang pawang ular bernama Mbah Siran yang tinggal di Desa Prapag Lor Kecamatan Pituruh dengan maksud agar sang pawang dapat mengeluarkan racun dari tangan korban. Sesampai di sana, korban sudah pucat kemudian muntah-muntah dan tidak bisa berbicara serta tangan kanannya sudah membengkak.

“Kemudian temannya menghubungi keluarga korban yang bernama Parwoto, tidak lama kemudian datang pihak keluarga bersama perangkat desa lalu membawa korban ke RSUD Prembun menggunakan mobil kurang lebih pukul 17.30 WIB korban dalam keadaan tidak sadar dan sesampainya di RSUD korban dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Selanjutnya jenasah korban dibawa pulang ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan. Orang tua serta keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan bersedia membuat surat pernyataan tidak akan dilakukan outopsi. (luk)