Pemkot Magelang Tawarkan Sedot WC Lebih Murah dan Higienis

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Magelang, sekaligus Plt Bappeda Kota Magelang, Handini Rahayu

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Pemkot Magelang sebenarnya mempunyai layanan sedot WC selama ini. Namun sayangnya, layanan dari Pemkot Magelang itu justru kalah eksis dengan iklan-iklan ilegal yang banyak ditemui di pohon-pohon peneduh, tiang listrik, telepon, dan tembok warga.
”Seringkali iklan yang marak itu menutup program kita. Padahal sebenarnya, kita punya layanan sedot WC dengan tarif yang lebih terjangkau,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang, Handini Rahayu, kemarin.
Untuk itu pihaknya membuat strategi agar masyarakat menggunakan layanan sedot WC tersebut dari pemerintah. Selain harganya yang terjangkau, pemerintah menjamin higienitas dan pengelolaan pembuangan akhir.
”Namanya Senja atau Sedot Tinja. Layanan ini baru diluncurkan tetapi sudah mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat. Saat ini sudah ada 1.471 kepala keluarga (KK) yang mendaftarkan diri sebagai pelanggan,” jelas perempuan yang akrab disapa Dini itu.
Menurut Dini, idealnya satu saptic tank dikuras maksimal sampai 5 tahun. Jika tidak, maka limbah tersebut sangat memungkinkan mencemari lingkungan di sekitarnya.
”Standarnya 3-5 tahun maksimal, saptic tank harus dikuras. Kalau dibiarkan bertahun-tahun pasti mencemari lingkungan. Airnya jadi tidak higienis dan menimbulkan bakteri,” paparnya.
Dini menyebutkan, biaya Rp170 ribu setiap kali penyedotan, diklaim lebih murah dari pada harga pihak swasta. Besar biaya itu, untuk ukuran standar 1,5-2 meter kubik lumpur yang disedot.
”Program ini hanya untuk kotoran domestik bukan industri. Jadi hanya untuk rumah tangga saja, bukan perkantoran apalagi pabrik,” ucapnya.
Nantinya, kotoran yang telah disedot akan dikirim ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Magelang. Upaya ini menjamin agar kotoran tidak sampai mencemari lingkungan.

”Di sana, lumpur tinja ditangani. Sampai menjadi air bersih yang layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Bisa untuk kolam, pengairan dan sebagainya. Air itu sudah aman, tidak akan mencemari,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Perhatian! Masuk Candi Borobudur Harus Memiliki Aplikasi PeduliLindungi

Sementara itu, Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina mengapresiasi terobosan Disperkim dalam menciptakan lingkungan sehat dan dukungan USAID-IUWASH PLUS.

”Senja adalah program lanjutan, ketika Kota Magelang sudah bebas dari open defecation free (ODF) atau buang air besar sembarangan (BABS). Tarifnya cukup terjangkau bagi masyarakat, untuk dua tahun mengeluarkan segitu, sangat murah tentunya,” tandasnya. (wid)