Pemkot Magelang Siapkan 2.000 Liter Minyak Goreng, Gelar OP di 17 Kelurahan

OP. Pelaksanaan OP gelombang pertama di Kota Magelang yang disalurkan melalui kantor kelurahan masing-masing.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
OP. Pelaksanaan OP gelombang pertama di Kota Magelang yang disalurkan melalui kantor kelurahan masing-masing.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang mempersiapkan lagi rencana operasi pasar (OP) minyak goreng kemasan. Pekan ini, sebanyak 2.000 liter akan didistribusikan di 17 kelurahan di Kota Magelang.

”OP ini menjadi yang kedua kalinya, setelah sebelumnya kami salurkan 4.000 liter minyak goreng kemasan yang melalui 17 kelurahan,” kata Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar Soemarmo, kemarin.

Selain ke kelurahan, minyak goreng ini juga akan dipasarkan di seluruh pasar tradisional. Sebab, hingga saat ini harga minyak goreng masih tinggi mencapai Rp24 ribu per liter.

”Selesai OP yang kedua, masih akan ada ketiga dan seterusnya sampai minyak goreng harganya stabil, baik di toko modern, maupun pasar tradisional,” jelasnya.

Catur menjelaskan penyebab tingginya harga di pasaran, karena di Kota Magelang hanya terdapat dua distributor saja. Sayangnya, kedua distributor ini tidak hanya melayani pelanggan wilayah Magelang, tetapi juga di enam kabupaten/kota di wilayah eks Karesidenan Kedu.

”Karena itu, kami berencana 2.000 liter minyak goreng kemasan merk Hermat akan didistribusikan ke lima pasar tradisional yang ada. Pasar Rejowinangun, Kebonpolo, Cacaban, Gotong Royong dan, Pasar Sido Mukti,” ucapnya.

Ia menyebutkan, harga minyak goreng dijual Rp14 ribu per liter. Adanya OP diharapkan mampu menstabilkan minyak goreng yang terlampau tinggi dan langka sejak akhir tahun 2021 lalu. (wid)