Pemkot Magelang Segera Sesuaikan Aturan Pusat Terkait Perpanjangan PPKM Level 4

PENYEKATAN. Petugas gabungan tetap berjaga di penyekatan Simpang Trio, Jalan Jenderal Sudirman, Magelang Selatan, Minggu (25/7) malam. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
PENYEKATAN. Petugas gabungan tetap berjaga di penyekatan Simpang Trio, Jalan Jenderal Sudirman, Magelang Selatan, Minggu (25/7) malam. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COMPemkot Magelang akan segera menyesuaikan arahan Presiden Joko Widodo, terkait perubahan sejumlah aturan pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 yang diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang. Menurut rencana, hari ini rapat akan digelar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan instruksi Walikota Magelang No 1 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 hanya berlaku sampai dengan tanggal 25 Juli 2021 saja. Setelahnya, maka Pemkot untuk sementara akan kembali mengacu pada surat edaran Walikota Magelang terkait PPKM darurat.

“Prinsipnya kami akan sesuaikan dengan aturan pusat. Besok (hari ini) langsung,” katanya saat dihubungi, kemarin.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu kebijakan secara tertulis dari pemerintah pusat. Hal ini sebagai bahan pertimbangan Pemkot Magelang dalam membuat kebijakan.

“Kalau kemarin, Instruksi Walikota Magelang sebagai turunan aturan Inmendagri. Secara garis besar, tidak ada perbedaan signifikan antara PPKM darurat dan PPKM Level 4,” ungkapnya.

Joko pun mengaku sudah mengetahui bahwa beberapa kegiatan masyarakat mulai dilonggarkan. Seperti terkait penyediaan makan di tempat dan operasionalnya toko nonsembako.

“Kita tunggu saja aturan resminya. Segera akan kita bahas, agar masyarakat juga lekas memahami,” paparnya.

Joko memprediksi bahwa selain dua persoalan utama tersebut, pembatasan lain akan tetap dilaksanakan. Seperti kegiatan belajar mengajar baik di sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan dilakukan secara daring/online.

Lalu, perusahaan-perusahaan sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen. Fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya ditutup sementara.

Sektor lain, seperti supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan hanya dapat beroperasi hingga pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Artikel Menarik Lainnya :  Limbah Tahu Mampu Diolah Jadi Biogas di Tidar Campur

Joko menambahkan, secara keseluruhan jalannya PPKM Darurat yang digelar selama 3-20 Juli 2021 dan PPKM Level 4, 21-25 Juli 2021 berjalan dengan baik. Hanya saja, varian delta ini memang penularannya jauh lebih tinggi.

”Secara umum PPKM darurat di Kota Magelang berhasil dijalankan, terbukti dengan penurunan mobilitas masyarakat. Tapi karena memang varian delta ini penularannya lebih tinggi, sehingga faktanya banyak yang terpapar,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, penyekatan di Jalan Jenderal Sudirman masih diberlakukan. Bahkan, sejumlah petugas memantau aktif persimpangan Trio tersebut. Meski demikian, seluruh lampu jalan umum kini sudah dinyalakan.

Secara umum jalanan di Kota Magelang terlihat sepi, pada Minggu (25/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Tempat yang terlihat ramai hanya ada di depan Pasar Gotong Royong Jalan Beringin, karena di pasar itu memang aktivitasnya kebanyakan di malam hari.

Untuk diketahui, Presiden RI, Joko Widodo resmi memperpanjang PPKM Level 4, mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Namun perpanjangan ini ada beberapa pelonggaran seperti warung makan, PKL, dan warung jajanan, kini diperbolehkan memfasilitasi dine in (makan di tempat) dengan durasi waktu makan maksimal 20 menit.

Hal itu disampaikan Jokowi lewat streaming YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/7) pukul 19.00 WIB. Jokowi mengatakan, PPKM level 4 sudah menunjukkan tren positif. Di antaranya, turunnya bed occupancy rate (BOR) rumah sakit, positive rate, dan laju penambahan kasus Covid-19 di sejumlah provinsi di Jawa dan Bali.

Sementara di Kota Magelang sendiri, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat per Sabtu 24 Juli 2021, penambahan kasus aktif baru sebanyak 39 orang. Dengan begitu maka total kasus yang ditemukan sebanyak 4.763. Dari jumlah itu, 4.055 orang dinyatakan sembuh, 76 orang masih dirawat di rumah sakit, isolasi terpusat di hotel 17 orang, isolasi di rumah 386, dan meninggal dunia 201 kasus.

Artikel Menarik Lainnya :  Reaksi Kuda Lumping dan Topeng Ireng Saat Jalani Vaksinasi Covid-19

Sedangkan BOR rumah sakit rujukan, juga mulai menurun, seperti di RSUD Tidar yang masih menyisakan 25 tempat tidur dari 156 yang tersedia. Selanjutnya, RST dr Soedjono tersisa 20 tempat tidur dari 152 ketersediaan. Kemudian di RSJP Prof Dr Soerojo tersisa 73 tempat tidur isolasi, dari total kapasitas 220 tempat tidur. Yang terakhir, RSUD Budi Rahayu menyisakan 2 tempat tidur dari 50 tempat tidur yang disediakan. (wid)