Pemkot Magelang Minta 1.810 Dosis yang Datang hanya 250 Vaksin

GERAI VAKSIN. Polres Magelang Kota membuka gerai vaksin sebagai dukungan percepatan vaksinasi, di Aula Mapolres setempat, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
GERAI VAKSIN. Polres Magelang Kota membuka gerai vaksin sebagai dukungan percepatan vaksinasi, di Aula Mapolres setempat, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kedatangan vaksin di Kota Magelang seringkali timpang dari usulan. Dari usulan 1.810 vial, kedatangan vaksin dari Pemerintah Pusat itu hanya 250 vial saja.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, Yis Romadhon mengatakan, belakangan pasokan vaksin memang terbatas. Kota Magelang hanya menerima sekitar 14 persen dari pengusulan.

“Kita mengusulkan. Tapi datangnya tidak sesuai. Terakhir cuma datang 250 vial,” kata Yis, saat dihubungi, Rabu (28/7).

Menurutnya, hal ini terjadi di semua daerah, tidak hanya di Kota Magelang. Sebabnya, pasokan vaksin di Pemerintah Pusat pun juga mengalami penurunan.

“Antusiasme masyarakat di Kota Magelang ini terhadap vaksinasi sangat tinggi. Begitu datang, kita langsung aplikasikan. Prioritasnya adalah vaksin dosis kedua,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dengan minimnya persediaan vaksin akan sangat sulit guna memenuhi target nasional 2 juta vaksin pada Agustus mendatang. Padahal, suntikan imunisasi juga mulai diberikan untuk anak usia 12-17 tahun.

“Vaksin untuk anak usia 12 tahun ke atas sampai dengan lansia, masuk dalam vaksinasi tahap tiga dan sedang kita mulai,” ucapnya.

Sejauh ini, cakupan vaksinasi di Kota Magelang tergolong tinggi dibanding dengan daerah lain di Jawa Tengah. Persentase vaksin bagi tenaga kesehatan (nakes) sudah mencapai 110 persen vaksinasi dosis kedua. Kemudian pelayan publik 103 persen dosis kedua, dan lansia 60 persen dosis kedua.

“Sedangkan untuk kategori anak dan umum belum kita hitung, karena memang belum ada targetnya. Sebenarnya untuk target sudah terpenuhi, tetapi kini kita ingin percepatan (vaksinasi),” ujarnya.

Yis mengaku sangat terbantu dengan gerakan instansi dan lembaga lain yang membantu percepatan vaksinasi di Kota Magelang. Salah satunya, gerakan Polres Magelang Kota yang membuka gerai-gerai vaksinasi.

Artikel Menarik Lainnya :  Terima Surat Pengosongan Kantor, Walikota Magelang Minta ASN Tetap Tenang

“Tentunya sangat terbantu dengan gerakan vaksinasi ini, sehingga sekarang sudah banyak masyarakat berbagai kalangan sudah divaksin dosis kedua,” paparnya.

Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin mengatakan, gerai vaksinasi dosis kedua akan berakhir pada Kamis (29/7) mendatang. Pihaknya menyediakan setidaknya 600 vaksin dosis kedua.

“Jadwalnya kita bagi mulai Senin (26/7) hingga Kamis (29/7) sesuai dengan jadwal yang telah mereka terima. Hal ini untuk menghindari kerumunan antrean vaksinasi, makanya kita bagi empat termin secara terjadwal,” terangnya.

Dalam sehari, kepolisian menargetkan 150 orang telah disuntikkan vaksin Sinovac dosis kedua. Adapun proses pemeriksaan tetap dilakukan. Mereka yang tidak lolos, terpaksa menunda di lain hari.

“Pemeriksaan tetap ada screening dari nakes bekerja sama dengan dokter Polres Magelang Kota dan Dinas Kesehatan Kota Magelang. Mulai dari pemeriksaan kesehatan sampai wawancara. Hampir sama mekanisme seperti saat dosis pertama,” tuturnya.

Setelah divaksin dosis kedua, masyarakat pun berhak mendapatkan sertifikat vaksin. Selain itu, masyarakat juga dapat mengunduh sertifikat vaksin digital melalui laman peduli lindungi dengan memasukkan NIK dan nomor telepon atau alamat surel. (wid)