Pemkot Magelang Janji Bangun Kampung Pemulung yang Dihuni 20 KK

NGOPI BARENG. Salah satu program unggulan Pemkot yakni Ngopi Bareng Pak Wali, kali ini diwujudkan dengan masyarakat Kampung Gumuk Sepiring atau yang lebih terkenal dengan sebutan Kampung Pemulung,(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
NGOPI BARENG. Salah satu program unggulan Pemkot yakni Ngopi Bareng Pak Wali, kali ini diwujudkan dengan masyarakat Kampung Gumuk Sepiring atau yang lebih terkenal dengan sebutan Kampung Pemulung,(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM Satu-satunya kawasan tertinggal di Kota Magelang akan segera mendapat sentuhan pembangunan dari Pemkot Magelang.

Kebijakan itu diprakarsai Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz usai menggelar pertemuan dengan warga Kampung Gumuk Sepiring, Kelurahan Tidar, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Selasa (8/3). Begitu pula, akses jalan ke kampung yang dihuni 20 KK ini juga akan dibangun.

”Sebetulnya perumahan sudah nyaman ya, nanti kita bangun lebih baik. Pembangunan akan dibangun oleh TNI,” kata Aziz, dalam kegiatan Ngopi Bareng Pak Wali di kampung tersebut.

Dia menjelaskan, anggaran renovasi senilai Rp35 juta per rumah berasal dari program CSR dari Bank Jateng. Sedangkan pembangunan akses jalan dianggarkan tahun 2023. Dia menyebut total anggaran untuk pembangunan Kampung Gumuk Sepiring diperkirakan menelan biaya Rp700 juta-800 juta.

”Anggaran Pemkot Magelang masih cukup, kalau kita betul-betul menganggarkannya. Kami ingin warga di sini nyaman, menikmati fasilitas yang ada, seperti kesehatan gratis dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang, Bowo Adrianto menjelaskan, perumahan warga Kampung Gumuk Sepiring bermula ketika Pemkot Magelang hendak membangun Pasar Induk di lahan bengkok di kawasan Canguk pada 2017 silam.

Saat itu Pemkot Magelang membutuhkan lahan untuk merelokasi 44 KK yang sebelumnya tinggal lahan bengkok tersebut. Dalam perjalanan, 17 KK di antaranya memilih mengontrak rumah di sekitar Kelurahan Rejowinangun dan 4 KK tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Tidar.

”Sedangkan 20 KK patungan membeli tanah di Kampung Gumuk Sepiring ini. Luasnya 2 hektar dibagi 20 KK, ketika itu harganya Rp180 juta,” jelas Bowo.

Untuk memperbaiki permukiman dan membuka akses jalan ke kampung ini memang tidak mudah. Untuk mencapai kampung Gumuk Sepiring harus melewati jalan setapak sempit yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Pemukiman dikelilingi persawahan dan sungai kecil.

”Kendalanya memang pada cara membawa material menuju kampung. Jadi nanti kita pakai cara sling,” ujar Bowo.

Dia menyebut total anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki permukiman ini mencapai Rp800 juta. Termasuk biaya membuka akses jalan dan membuat jembatan di atas Sungai Kedali.

”Untuk akses jalan kita akan manfaatkan lahan-lahan bengkok yang tersedia di sekitar kampung ini,” sebut Bowo.

Wakil Walikota Magelang KH Mansyur mengatakan jika dana pembangunan terealisasi, masyarakat mendapatkan kenyamanan yang lebih sehingga kesehatan mereka akan turut bertambah pula.

“Ini patut disyukuri, ada jalan permanen. Warga nyawiji dengan Pemkot Magelang. Bareng-bareng membangun. Kami mengatur pemerintahan, warga menerima,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan Ngopi Bareng Pak Wali antara lain Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang, Komandan Kodim 0705/Magelang, Letkol Arm Rohmadi, Pemimpin Bidang Pemasaran Bank Jateng Cabang Magelang, Dri Sasongko Widiantoro, pejabat Pemkot Magelang, dan lainnya.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evalyn, mengusulkan jika kampung Gumuk Sepiring sudah dibangun, bisa dibuat menjadi kampung wisata sehingga lebih menarik. Kampung ini juga memiliki potensi yang bagus di bidang pertanian dan lainnya yang bisa menjadi sumber mata pencaharian warga.

”Dibuat tempat ini menjadi sesuatu yang menarik. Kalau lahan sudah tersedia, warga tidak harus kemana-mana cari kerja. Pemkot bisa mendampingi misalnya di bidang pertanian, pemikiran warga bisa terbuka, aktivitas apa yang bisa dikembangkan. Apalagi ada program Rodanya Mas Bagia,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Komandan Kodim 0705 Magelang, Letkol Arm Rohmad juga memberikan motivasi agar tumbuh semangat gotong-royong warga dan pemerintah daerah serta stakeholder di Kota Magelang.

”Kita keroyok bareng membangun kampung ini, tingkatkan lagi semangat gotong-royong sebagai warisan budaya bangsa yang tidak boleh hilang. Kalau kita sendiri-sendiri membangun ini tidak bisa. Walaupun droping material sulit pasti kita bisa,” tuturnya. (wid)