Pemkot Magelang Inventarisasi Kerugian Pasca-Kerusuhan Unjuk Rasa

PERTEMUAN. Pemkot Magelang mengadakan pertemuan proses inventarisasi kerusakan fasilitas publik di kompleks Kantor Walikota Magelang, pasca-unjuk rasa yang berakhir ricuh, saat Magelang Bergerak Jilid 1 digelar, 
PERTEMUAN. Pemkot Magelang mengadakan pertemuan proses inventarisasi kerusakan fasilitas publik di kompleks Kantor Walikota Magelang, pasca-unjuk rasa yang berakhir ricuh, saat Magelang Bergerak Jilid 1 digelar, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pemkot Magelang mulai menginventarisasi kerusakan beberapa fasilitas umum di kompleks Kantor Walikota Magelang, akibat aksi unjuk rasa anarkis penolakan UU Cipta Kerja, Jumat (9/10) lalu. Hasil inventarisasi, perbaikan yang akan dilakukan ditaksir mencapai Rp80 juta.

Fasilitas yang rusak di antaranya, pintu kaca ATM, kaca pintu dan jendela sisi selatan gedung pertemuan Wiworo Wiji Pinilih, beberapa pot tanaman, dan papan tulisan DPRD Kota Magelang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono menyayangkan aksi anarkitis tersebut, karena sebelumnya aksi berlangsung damai di simpang Artos. Dari pemusatan unjuk rasa dengan kompleks Kantor Walikota Magelang hanya berjarak sekitar 500 meter saja.

Kepala Bidang Aset, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Adika Kudiarsa menyebutkan, secara rinci kerugian yang dialami Pemkot Magelang mencapai Rp88.890.000. Meliputi kaca bagian selatan gedung Wiworo Wijipinilih yang merupakan aset BPKAD, kendaraan patroli angkut dan HT (handy talky) aset Satpol PP, rambu lalu lintas aset Dinas Perhubungan (Dishub).

“Kemudian aset milik Setda ada lampu pagar, tiang taman, lambang Pemkot, dan beberapa lainnya juga rusak,” sebutnya.

Baca Juga
670 Petugas Siap Amankan Magelang Bergerak Jilid 2, Aksi Menolak UU Cipta Kerja Berlanjut

Seperti diketahui, aksi penolakan omnisbus law UU Cipta Kerja di Magelang berujung ricuh, Jumat (9/10) lalu. Semula aksi berjalan lancar diikuti oleh ratusan peserta dari Gerakan Rakyat Magelang Raya (Geram) di simpang Artos. Namun tak berselang lama aksi berubah rusuh setelah datang ratusan massa dari arah Jalan Sarwo Edhi Wibowo.

Bukan sekali ini, kompleks Kantor Walikota Magelang rusak pascaaksi unjuk rasa. Saat Magelang Bergerak September 2019 silam, hal serupa juga terjadi. Kala itu lebih parah, karena kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

Sejumlah fasilitas milik Pemkot Magelang antara lain, 20 lampu, pagar gerbang, pot bunga, papan nama tulisan Kantor Walikota Magelang juga rusak berat. Bahkan, kaca jendela di pos jaga juga pecah.

Kejadiannya juga nyaris sama dengan unjuk rasa di tahun 2020 ini. Setelah mahasiswa usai berorasi, datang sejumlah massa anarkis dan langsung melempari batu dan botol ke arah petugas.

Bentrok yang tak dapat dihindarkan itu akhirnya meluas. Sejumlah aset Pemkot Magelang pun dirusak massa. (wid)