Pemkot Magelang Belum Berani Buka PTM 100 Persen, Inilah Alasannya…

HATI-HATI. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Kustomo memilih hati-hati menyikapi SKB 4 Menteri terkait PTM 100 persen, meski secara kriteria Kota Magelang telah memenuhi syarat.foto : wiwid arif/magelang ekspres
HATI-HATI. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Kustomo memilih hati-hati menyikapi SKB 4 Menteri terkait PTM 100 persen, meski secara kriteria Kota Magelang telah memenuhi syarat.foto : wiwid arif/magelang ekspres

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang memutuskan untuk tidak menambah kapasitas siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Meskipun salah satu indikator PTM 100 persen, yaitu vaksinasi tenaga pendidik dan lansia di Kota Magelang sebenarnya telah memenuhi kriteria.

Dalam Penyesuaian SKB empat menteri tentang Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, syarat melangsungkan 100 persen PTM yakni cakupan vaksinasi dosis kedua pendidik dan tenaga kependidikan minimal 80 persen. Selain itu, minimal 50 persen warga lanjut usia di Kota Magelang juga sudah menerima suntikan vaksin dosis kedua.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dari target vaksinasi lansia sebanyak 14.311 penduduk ber-KTP Kota Magelang sudah terealisasi dosis kedua 9.557 jiwa atau 66,7 persen. Sedangkan tenaga kependidikan dan tenaga pendidik, yang masuk dalam kategori pelayanan publik telah tercapai lebih dari 100 persen.

Meski demikian, Plt Kepala Disdikbud Kota Magelang, Kustomo mengakui pihaknya belum berencana membuka PTM 100 persen mulai semester kedua tahun ajaran 2021/2022 ini. Ia menilai keputusan SKB empat menteri, justru merekomendasikan agar sekolah tak menambah kapasitas.

”Jadi kita menyikapi SKB empat menteri, disepakati bagaimanapun juga kita waspada Covid-19, apa lagi kita khawatir dengan adanya varian (Covid-19) baru, Omicron,” katanya, Selasa (4/1).

Kustomo menjelaskan, mulai tanggal 17 Januari 2022 mendatang, kapasitas maksimal siswa yang mengikuti PTM tetap 50 persen atau seperti skema sebelumnya. Namun, durasi belajar sekolah yang akan ditambah.

”Jika sebelumnya maksimal dua jam, nantinya akan ditambah menjadi enam jam pelajaran,” ucapnya.

Menurut Kustomo, durasi satu jam pelajaran di tiap jenjang sekolah berbeda. Ia menjelaskan di TK satu jam pelajarannya adalah 30 menit. Kemudian SD 35 menit dan SMP 35 menit.

Artikel Menarik Lainnya :  Siap-siap Pemkot Magelang Bakal Lelang Kendaraan Dinas dengan Harga Murah

Sebagai contoh, siswa TK akan mengikuti PTM selama 6×30 menit, yaitu 180 menit atau tiga jam. Selain itu, tiap sekolah wajib menggelar PTM selama 5-6 hari dalam sepekan alias sepenuhnya belajar secara PTM dalam sepekan.

”Teknisnya bisa tiga hari PTM tiga hari daring, bergantian karena masih 50 persen. Kita serahkan kebijakan teknis itu ke sekolah masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Magelang dr Intan Suryahati menjelaskan, vaksinasi anak-anak 6-11 tahun masih terus berjalan. Vaksinasi anak-anak akan mulai digencarkan bersamaan dengan masuknya siswa di sekolah-sekolah.

”Fokus vaksinasi anak-anak di sekolah masing-masing supaya mereka kuat mental. Untuk data persisnya (jumlah vaksinasi anak-anak) belum ada karena kita baru mulai kemarin dan masih terus dipercepat sampai sekarang,” ujarnya. (wid)