Pemkot Dorong Inventor Punya Nilai Tambah

Pemkot Dorong Inventor Punya Nilai Tambah
PANDU. Kasubid Pengembangan dan Penerapan IPTEK Balitbang Kota Magelang, Yetty Setiyaningsih saat memandu paparan inventor Krenova Masyarakat, kemarin.

MAGELANG SELATAN – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang mulai merealisasikan rencana pengembangan dan pengaplikasian teknologi dan inovasi hasil kreativitas dan inovasi (Krenova) masyarakat tahun 2019. Pengembangan ini dititikberatkan agar inventor mendapatkan sisi komersial dari hasil temuan mereka.

Kasubid Pengembangan dan Penerapan IPTEK Balitbang Kota Magelang, Yetty Setiyaningsih menjelaskan, upaya ini ditempuh agar para inventor yang sudah masuk dalam 6 besar Krenova Masyarakat mampu menghasilkan nilai lebih. Tak hanya sektor kualitasnya, tetapi juga sisi komersialnya, sehingga hasil karya mereka akan terus eksis.

”Kegiatan ini menjadi upaya kami dalam memperhatikan masa depan peraih penghargaan krenova, tak terkecuali para penemu dan inovator. Setelah lomba, mereka bagaimana sih kelanjutannya. Nah, melalui kegiatan ini diharapkan ada hilirisasi produk dan bisa membuat inovator meningkatkan menjadi UMKM,” katanya, kemarin.

Yetty menyebutkan, ada 6 peserta yang mengikuti seleksi, di antaranya Wiku dan Rusmiyati dari Kelurahan Potrobangsan dengan karya Rusend-Cut (alat pemotong dari plat bekas).

Selain itu, Patra Agung, Bayu, dan Agung dari Kelurahan Magelang dengan karya Smart Electric Stove (kompor listrik dengan panel surya). Kemudian, Damar Kuncoro Aji dari Kelurahan Cacaban dengan karya Medical Examination Outdoor dan Purwadi dari Kelurahan Jurangombo Selatan dengan karya Pendidih Air Cepat.

Selanjutnya, Chamim Susanto dari Botton dengan karya Automatic Drying Portable, dan Rizaldi Alfian Nur dari Kelurahan Wates dengan karya Net Desk (meja laptop portable).

”Dari keenam peserta ini, akan kami ambil 4 peserta terbaik. Selain mendapatkan piagam, mereka yang menang juga berhak menerima pendampingan dari Akprind Jogjakarta dan Balitbang Kota Magelang untuk 4 produksi masing-masing Rp100 juta,” sebutnya.

Pada seleksi itu, kata Yetty, para peserta wajib menjelaskan karya masing-masing di hadapan tim reviewer dari IST Akprind Jogjakarta.

Sementara itu, Kepala Balitbang Kota Magelang, Arif Barata Sakti berharap, kaum muda hendaknya memiliki jiwa inovator. Pihaknya pun telah memfasilitasi wadah untuk menampung ide-ide kreatif dan mendampingi hasil inovasinya, sehingga ke depan diharapkan produk Krenova dapat diserap investor dan menghasilkan nilai komersial.

”Kami juga baru merintis adanya galeri inovasi di samping kantor. Nantinya hasil-hasil Krenova akan kita pajang di galeri dan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat,” katanya. (wid)