Pemkab Wonosobo Jajaki Digital Government

ANTI FITNAH. Forum diskusi dengan pakar IT yang juga pimpinan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Septiaji Eko Nugroho, bersama jajaran pejabat terkait.
ANTI FITNAH. Forum diskusi dengan pakar IT yang juga pimpinan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Septiaji Eko Nugroho, bersama jajaran pejabat terkait.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Wonosobo tengah berupaya menguatkan peran teknologi informasi sebagai pilar pembangunan daerah. Seiring dengan masih berjalannya program Kota Cerdas (Smart City), Bupati Afif Nurhidayat menginginkan jajaran pemerintahan untuk berupaya menggali potensi, melakukan terobosan serta berinovasi demi menjawab tantangan berat era digital.

Dalam forum diskusi dengan pakar IT yang juga pimpinan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Septiaji Eko Nugroho, bersama jajaran pejabat terkait, Kamis (7/10), Bupati mengemukakan pentingnya jajaran ASN untuk dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan publik, sehingga program-program maupun capaian kinerja pemerintahan lebih cepat diterima masyarakat.

“Memang benar, bahwa pada era modern serba digital seperti saat ini diperlukan inovasi-inovasi dan terobosan agar upaya kita bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada publik dapat diwujudkan secara efektif dan efisien,” kata Afif saat menyampaikan sambutan pembukaan dalam acara diskusi yang digelar di ruang rapat rumah Jabatan Bupati tersebut.

Mengingat pentingnya teknologi informasi tersebut, Bupati mengaku sengaja menghadirkan narasumber yang telah memiliki kompetensi bahkan sampai ke tingkat Internasional seperti Septiaji.

“Mas Aji dengan pengalamannya dalam bidang IT saya minta untuk support, mendukung dan mengedukasi kami di jajaran pemerintah Kabupaten Wonosobo agar tidak gaptek serta semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi, utamanya dalam hal pemanfaatan media sosial,” tegas Bupati.

Dengan bertambahnya ilmu dan terbukanya pola pikir  para ASN dalam hal pemanfaatan teknologi informasi, Afif berkeyakinan Pemkab Wonosobo nantinya akan mampu menapak era Digital Government, alias pemerintahan yang memiliki basis kuat dalam pemanfaatan data dan perangkat digital.

“Imbasnya ke depan adalah pelayanan kita juga akan lebih cepat, lebih akurat dan lebih tepat serta berkualitas,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Setelah 13 Tahun Vakum, PT Tambi Wonosobo Kembali Ekspor Teh ke Jepang

Sementara itu, pimpinan MAFINDO Septiaji Eko Nugroho mengaku pihaknya telah menyiapkan materi-materi terkait hal tersebut. Melalui paparan bertajuk Tantangan Pemerintah Daerah Menghadapi Transformasi Digital, pria yang akrab disapa Aji itu menyebut era digital hari ini tidak dapat lagi dielakkan dan memang harus dihadapi.

“Masyarakat di era digital semakin menuntut pelayanan yang serba cepat, serba mudah dan minim biaya,” terangnya.

Hal itu, secara perlahan disebut Aji juga menuntut pemerintah menyiapkan sarana pendukung agar mampu mengimplementasikan digital Government. Pemerintah Daerah, menurut Aji mesti berupaya untuk menguatkan infrastruktur Teknis, seperti Hardware, Networking sampai software atau perangkat lunaknya.

“Kemudian, diperlukan pula perubahan prosedur birokrasi, yaitu SOP birokrasi yang nantinya mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), serta pemberdayaan SDM nya mulai dari pejabat, operator, sampai pada SDM teknisnya,” lanjutnya.

Tidak kalah penting, Aji menyebut pemerintah daerah juga mesti menyiapkan operasional dan pemeliharaan dengan menjamin keamanan sistem. Dalam paparannya, Aji mencontohkan penerapan teknologi berbasis internet pada sistem pertanian di Desa Gobleg, Bali. Menurut Aji, para petani di desa Gobleg telah memanfaatkan aplikasi yang dapat digunakan melalui telepon genggam (Smartphone) saat hendak menyirami tanaman di persawahan, bahkan untuk pemupukan, sampai pada mengecek kelembaban tanah.

Dengan pemanfaatan teknologi tersebut, maka petani disebut Aji akan menuai hasil panen yang lebih berkualitas, serta efisien dan efektif dalam perawatan maupun pemeliharaan tanamannya. Keberhasilan penerapan teknologi informasi dalam bidang pertanian tersebut, menurut Aji mestinya menginspirasi bagaimana nantinya apabila sistem pemerintahan daerah juga akan menerapkannya. (gus)