Pemkab Temanggung Usulkan OP Minyak Goreng untuk UKM, Kebutuhanya 32 Ribu Liter

Pemkab Temanggung Usulkan OP Minyak Goreng untuk UKM, Kebutuhanya 32 Ribu Liter
Salah seorang petugas tengah melayani pembelian minyak goreng oleh warga masyarakat saat digelarnya OP minyak goreng di Kecamatan Tembarak, Temanggung.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM tengah mengusulkan operasi pasar atau OP minyak goreng bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM).

“Kami tengah menata penyiapkan bagi UKM, jadi ada khusus operasi pasar minyak goreng bagi UKM di Kabupaten Temanggung, sebagai persiapan menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri,” kata Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono, Rabu (9/3).

Ia mengatakan, saat ini usulan tersebut ditujukan kepada pihak Disperindag Provinsi Jawa Tengah dengan estimasi kuota sebanyak 32 ribu liter minyak goreng untuk kegiatan operasi pasar.

“Kita mengusulkan ke Disperindag Provinsi Jateng itu sebanyak 32 ribu liter untuk kegiatan operasi pasar, dalam bentuk minyak goreng curah,” imbuhnya.

Selain operasi pasar minyak goreng bagi UKM, Pemkab juga mengaku masih akan terus menggencarkan operasi pasar di wilayah-wilayah pinggiran yang jauh dari toko-toko modern seperti di daerah Kecamaran Selopampang, Wonoboyo, dan Kaloran.

“Kami akan terus melaksanakan operasi pasar di daerah-daerah kecamatan prioritas yang jauh dari toko-toko modern, karena di tempat tersebut ketersediaan minyak goreng masih terbatas dan harganya juga mahal yakni Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per liternya,” imbuhnya.

Entargo menyebutkan, di tiap lokasi digelarnya operasi pasar minyak goreng disediakan sedikitnya sekitar 3.500 hingga 4.500 liter. Sehingga dengan jumlah tersebut diharapkan kebutuhan masyarakat dapat tercukupi. Terlebih saat ini banyak kegiatan tradisi Sadranan di masyarakat menjelang bulan Ramadan.

“Di setiap lokasi itu kami menyiapkan rata-rata 3.500 hingga 4.500 liter, karena sekarang ini banyak kegiatan di masyarakat menjelang bulan Ramadan, seperti Nyadran, jadi mereka membutuhkan minyak goreng dengan jumlah yang lebih itu untuk memasak,” pungkasnya. (riz)