Pemkab Temanggung Terus Tambah Jumlah Ruang Isolasi untuk pasien Covid-19

RUANG ISOLASI. Salah satu nakes sedang berada di ruang isolasi di RSUD Temanggung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
RUANG ISOLASI. Salah satu nakes sedang berada di ruang isolasi di RSUD Temanggung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Jumlah ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di Kabupaten Temanggung terus ditambah, agar seluruh pasien Covid-19 bisa mendapatkan perawatan intensif dan sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan Temanggung Supardjo menyebutkan, saat ini jumlah ruang isolasi di seluruh rumah sakit di Kabupaten Temanggung mencapai 222 ruangan. Sejumlah rumah sakit masih terus berusaha menambah ruang isolasi.

“Masih bisa terus bertambah, antisipasi untuk kebutuhan pasien, 222 ruang isolasi itu jumlah total seluruh ruang isolasi di RSUD DJojonegoro, Rumah Sakit  Kristen (RSK) Ngesti Waluyo dan PKU muhammadiyah,” katanya, kemarin.

Menurutnya, sampai saat ini RSK Ngesti Waluyo Parakan juga masih terus menambah ruang isolasi, demikian pula di PKU Muhammadiyah juga melakukan hal yang sama.

Hanya saja, penambahan ruang isolasi di RSK Ngesti Waluyo bisa lebih cepat dibandingkan dengan penambahan ruang isolasi di PKU Muhammadiyah.

“Kalau di RSK Ngesti Waluyo hanya tinggal menambah tempat tidur dan fasilitas lainnya, tapi kalau di PKU harus membangun sekat-sekat ruang yang baru jadi memang butuh proses yang cukup lama,” jelasnya.

Namun demikian katanya, proses penambahan ruang isolasi ini sama sekali tidak mengurangi kinerja dari tenaga kesehatan.

“Sama sekali tidak pengaruh, nakes masih tetap bisa bekerja dengan baik melayani masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini kasus Covid-19 di Temanggung mulai menurun, hanya saja penurunannya memang belum signifikan. Meskli demikian penurunan ini merupakan pertanda baik kondisi ke depan.

“Sudah mulai menurun, ini pertanda lebih baik kedepannya,” katanya.

Ketika ditanya soal pengiriman sampel virus corona, ia mengatakan, bahawa pihaknya sudah mengirimkan sampel ke salah satu lembaga penelitian, namun memang sampai saat ini belum ada hasilnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bupati Temanggung Ajak Warga Tekan Covid-19

“Sudah beberpa waktu lalu. Tapi memang karena prosesnya lama dan juga antrenya banyak,” katanya.

Selain itu, mungkin di sana juga ada prioritas-prioritas dan permintaan permintaan dari satu lembaga yang lebih diutamakan, sehingga menambah waktu antreannya. (set)