Pemkab Temanggung Semakin Gencarkan Disiplin Prokes di Pasar Tradisional

PANTAU. Kepala Dinkopdag Temanggung memantau kondisi Pasar Parakan, Selasa (27/7). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
PANTAU. Kepala Dinkopdag Temanggung memantau kondisi Pasar Parakan, Selasa (27/7). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkab Temanggung semakin meningkatkan disiplin protokol kesehatan (proses) di pasar-pasar tradisional, dengan ditambahnya jam operasional pasar hingga pukul 15.00 WIB.

“Pada saat masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat lalu jam operasional pasar hanya sampai jam 14.00 WIB saja, saat ini pada PPKM level 4 jam operasional pasar ditambah sampai jam 15.00 WIB,” terang Kepala Dinas Usaha Kecil Menengah, Koperasi dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung Sri Haryanto, kemarin.

Seiring ditambahnya jam operasional itu maka peningkatan disiplin proses harus dilakukan oleh pedagang dan pengunjung pasar, sehingga upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di pasar bisa terus ditekan.

“Selama ini pedagang sudah mulai sadar dengan prokes, mereka juga sudah menaati peraturan dengan baik,” katanya.

Namun demikian katanya, upaya pencegahan penyebaran COVID-19 memang harus terus disampaikan. Dengan harapan ke depan kondisi semakin membaik.

Tidak hanya itu, saling mengingatkan di antara pedagang dan pengunjung juga wajib dilakukan, pedagang wajib mengingatkan kepada pengunjung pasar untuk tetap menaati prokes.

“Saling mengingatkan ini yang harus terus dilakukan, pokoknya jangan sampai kendor,” Pintanya.

Menurutnya, penerapan prokes secara ketat di pasar tradisional untuk kebaikan bersama, terutama demi kesehatan pengunjung maupun pedagang yang diharapkan berdampak positif pada roda perekonomian.

Pada masa PPKM Darurat diharapkan pengunjung semakin sadar kesehatan dan menerapkan prokes. Pengunjung yang sedang sakit diminta untuk tidak lebih dahulu beraktivitas di pasar sebab riskan menularkan atau tertular berbagai penyakit.

“Yang sakit lebih baik di rumah untuk istirahat satu atau dua hari sampai pulih, setelah itu baru kembali beraktivitas di pasar tradisional,” imbuhnya.

Terdapat sejumlah pasar tradisional milik Pemkab Temanggung dengan jumlah pedagang mencapai ribuan. Empat pasar besar yakni Pasar Kliwon di Kecamatan Temanggung, Pasar Legi di Kecamatan Parakan, Pasar Ngadirejo dan Candiroto. Pasar lainnya seperti Kranggan dan Pingit Pringsurat.

Artikel Menarik Lainnya :  17.639 Pekerja Swasta di Temanggung Telah Divaksin Covid-19

Langkah lain lanjutnya, penyemprotan disinfektan dilakukan oleh Pemkab Temanggung dibantu PMI dan relawan. Tujuannya untuk  membersihkan pasar dari kuman, bakteri dan virus.

“Penyemprotan disinfektan juga terus kami lakukan secara rutin,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pedagang Eko menuturkan, selama PPKM seluruh pedagang susah untuk berusaha mematuhi aturan yang berlaku. “Kami sudah berusaha mentaati semua aturan, tutup jam dua siang sudah kami lakukan, prokes juga sudah kami laksanakan, semoga saja ke depan semakin membaik,” harapnya. (set)