Pemkab Temanggung Prioritaskan Sapi Peliharaan untuk Divaksinasi PMK

CEK. Petugas kesehatan hewan DKPP Temanggung melakukan pengecekan kesehatan hewan di pasar hewan, kemarin. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
CEK. Petugas kesehatan hewan DKPP Temanggung melakukan pengecekan kesehatan hewan di pasar hewan, kemarin. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Temanggung lebih mengutamakan vaksinasi untuk sapi yang tidak akan dijadikan sebagai hewan kurban. Dengan alasan sapi yang tidak dijadikan hewan kurban akan dipelihara lebih lama jika dibandingkan dengan sapi yang akan dijadikan sebagai hewan kurban.

“Sapi yang akan dipelihara lebih membutuhkan vaksin untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK), masa hidupnya masih jauh lebih lama. Kalau sapi yang akan dijadikan hewan kurban dalam beberapa hari ke depan akan dipotong,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto, kemarin.

Ia mengatakan, sapi piaraan baik itu peternak maupun petani, membutuhkan penanganan lebih agar ke depan lebih kebal terhadap penularan dan penyebaran PMK.

“Dengan vaksinasi ini bisa membantu hewan ternak khususnya sapi lebih tahan terhadap PMK,” harapnya.

Ia menjelaskan, hingga Senin (4/7) vaksinasi PMK sudah mencapai target yakni 1.000 dosis untuk sapi, vaksinasi disuntikan pada sapi-sapi yang kondisinya masih sehat.

Dikatakan, sedianya 1.000 dosis vaksin ini hanya akan diberikan pada sapi di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kledung, Selopampang dan Kecamatan Gemawang. Namun saat dilakukan vaksinasi ternyata jumlah sapi di tiga kecamatan tersebut tidak mencapai 1000 ekor.

Sehingga lanjut Joko, vaksinasi kemudian merambah du akecamatan lagi yakni Kecamatan Tembarak dan Kecamatan Kandangan. Di dua kecamatan ini ditujukan untuk desa-desa yang masih dalam zona hijau.

Secara acuan unit epidemologi pertama kali adalah tiga kecamatan, tetapi di tiga kecamatan itu setelah diskrining tidak sampai 1.000 ekor. Kemudian unit epidemologinya diturunkan ke desa, artinya di desa-desa yang masih hijau atau belum ada kasus PMKPMK.

“Karena dosisnya masih ada sisa cukup banyak, maka kami kembangkan ke desa-desa yang masih hijau alias belum ditemukan kasus PMK,” jelas Joko.

Ia menjelaskan, vaksinasi PMK di Kabupaten Temanggung yang dimulai sejak Selasa 28 Juni, hari ini sudah bisa dilaksanakan sesuai target 1.000 dosis. Pada Senin ini vaksinasi PMK diselesaikan di beberapa desa di Kecamatan Gemawang.

Ia mengakui dalam pelaksanaan vaksinasi PMK ditemui beberapa hambatan, antara lain pemiliknya khawatir kalau sapinya disuntik vaksin

Waktu skrining pemiliknya mengizinkan, tetapi begitu didatangi petugas dengan jarum suntik tidak jadi, karena khawatir,” katanya. (set)