Pemkab Temanggung Gelontarkan 15 Ribu Liter Minyak Goreng dalam OP di 4 Kecamatan

Pemkab Temanggung Gelontarkan 15 Ribu Liter Minyak Goreng dalam OP di 4 Kecamatan
Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Temanggung saat menggelar operasi pasar minyak goreng di halaman Kantor Kecamatan Bansari, Temanggung Senin (7/3). Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Temanggung mengklaim telah menggelontorkan sedikitnya 15 ribu liter minyak goreng selama digelarnya operasi pasar di beberapa tempat.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono mengatakan 15 ribu liter tersebut disalurkan kepada masyarakat di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Tembarak, Bansari, Gemawang dan Tretep.

“Kita sudah menyalurkan 15 ribu liter minyak goreng kepada masyarakat di 4 kecamatan, mereka menjadi sasaran operasi pasar karena lokasinya jauh dari pasar induk, dan hari ini kita gelar operasi pasar di Kecamatan Bansari dengan menyediakan 3.500 liter,” katanya, Senin (7/3).

Entargo menyebut, setiap digelarnya operasi pasar, pihaknya menyediakan kuota antara 3.500 hingga 4.000 liter minyak goreng, dengan harga Rp 14.000 per liternya.

“Setiap dilakukan operasi pasar itu kita sediakan 3.500 hingga 4.000 liter minyak goreng, dengan harga Rp 14.000 per liter, lebih murah dibandingkan di pasaran yang kini mencapai Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per liter,” imbuhnya.

Ia berharap dengan gencarnya operasi pasar minyak goreng ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, serta dapat menstabilkan harga dan kuantitas minyak goreng di pasaran.

“Harapan kita dengan dilaksanakannya operasi pasar minyak goreng ini kebutuhan masyarakat segera terpenuhi, dan harga di pasaran kembali normal, dengan harga di kisaran Rp 14.000 perliter,” tegasnya.

Sementara itu, Siryani (27) seorang warga Desa Bansari, Kecamatan Bansari mengapresiasi upaya Pemkab Temanggung dalam menstabilkan harga minyak goreng. Sebab, sekarang ini harganya minyak sangat mahal, bahkan ketersediaan minyak goreng di pasaran juga bisa dibilang sulit alias minim.

“Sangat membantu sekali, karena sulit mencari minyak di pasar sekarang ini sangat sedikit, bahkan harganya juga mahal, yakni mencapai Rp 22.000 perliter, jadi dengan operasi pasar ini sangat membantu sekali untuk kebutuhan memasak masyarakat,” katanya. (riz)