Pemkab Purworejo dan UGM Jogjakarta Teken MoU Penelitian Vaksin Covid-19

KERJA SAMA. Pemkab Purworejo usai menandatangi MoU terkait penelitian vaksin Covid-19 dengan pihak RS Akademik UGM. (Foto lukman)
KERJA SAMA. Pemkab Purworejo usai menandatangi MoU terkait penelitian vaksin Covid-19 dengan pihak RS Akademik UGM. (Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM Pemerintah Kabupaten Purworejo dan Universitas Gadjah Mada melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja sama  Rekrutmen Subjek Uji Klinik Vaksin Adimrsc-2f di Ruang Arahiwang, Kamis (19/5).

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Drs Said Romadhon, Direktur SDM RS Akademik UGM Apt Ika Puspitasari  Msi Phd, para Asisten Sekda, Kepala Dinas Kesehatan dan perwakilan dari Puskesmas Se-Kabupaten Purworejo.

Sekda Said Romadhon dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada yang telah menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, untuk melakukan kerjasama penelitian vaksin untuk COVID-19. Diharapkan, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi upaya membentuk herd immunity terhadap COVID-19.

Menurut Sekda, wabah COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang awalnya teridentifikasi di China pada Desember 2019, kini telah menyebar ke seluruh dunia dan telah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi.

“Pandemi COVID-19 ini telah menyebabkan gangguan serius pada sistem pelayananan kesehatan, dengan dampak sosio-ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi pandemi ini, termasuk memvaksinasi masyarakat agar terbentuk kekebalan komunal (herd immunity),” katanya.

Untuk mewujudkan kekebalan komunal, lanjut Said Romadhon, ilmuwan memperkirakan bahwa 70 hingga 90 persen penduduk harus divaksin terhadap virus SARS-CoV-2. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan kesehatan masyarakat yang mendesak untuk intervensi yang aman dan efektif bagi semua usia demi mencegah penyebaran penyakit COVID-19.

Selain vaksin yang sudah dikenal dan diberikan kepada masyarakat seperti Sinovac, Pfizer, Moderna dan Astrazeneca, para ahli dan berbagai pihak lainnya terus melakukan penilitian untuk membuat vaksin.

“Salah satunya AdimrSC-2f, vaksin berbasis protein yang diproduksi menggunakan proses pembuatan sel serangga baculovirus dan dikembangkan untuk pencegahan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keamanan dan imunogenisitas dari vaksin uji klinik. Obat yang diteliti ini masih dalam tahap investigasi karena belum mendapat persetujuan untuk beredar di pasaran oleh Kementerian Kesehatan di Indonesia,” terangnya.

Disisi lain Apt Ika Puspitasari  Msi Phd menjelaskan, bahwa proses penelitian jenis vaksin ini sudah lama dilakukan. Namun dikarenakan banyak proses dan prosedur yang harus dilewati sehingga baru bisa di uji kan pada saat ini.

Menurutnya, vaksin AdimrSC-2f Adalah vaksin asal Taiwan yang direncanakan kedepan akan diproduksi di Indonesia.

“Vaksin ini telah melalui berbagai uji klinis di luar negeri, namun demikian karena akan di pakai untuk orang Indonesia mala harus di uji lagi dan baru akan kita lakukan. Jadi bukan karena kita telat tapi memang proses yang harus ditempuh cukup panjang,” ungkapnya. (luk)