Pemkab Purworejo Berlakukan Physical Distancing  di Pasar-pasar

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Sejumlah pasar di Kabupaten Purworejo bakal diberlakuan physical distancing atau penataan jarak untuk menghindari kontak fisik antar manusia satu dengan yang lainnya. Sebagai langkah awal, pasar yang pertama kali diterapkan kebijakan tersebut adalah Pasar Suronegaran.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, Bambang Susilo mengungkapkan, mengawali kebijakan tersebut pihaknya bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan melakukan penataan di Pasar Suronegaran, Jumat (8/5) pagi.

“Pagi ini di sisi  selatan  sudah  ditata  sebanyak 97 pedagang dan  rencana besok  pagi  menata  yang sebelah  utara,” terang Bambang Susilo.

Dengan dilakukannya Physical Distancing di pasar sebagai pusat perekonomian masyarakat ia berharap dapat memutus penyebaran Virus Covid-19. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat patuh dalam menjalankan protokol yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Mencoba memutus penyebaran virus, menjaga kesehatan pedagang dan pengunjung pasar-pasar daerah dengan menjaga jarak antar pedagang dengan selalu mengikuti protokol kesehatan yg dianjurkan pemerintah,” tandasnya

Menurutnya,  kebijakan ini akan diberlakukan mulai saat ini sampai batas waktu yg belum bisa ditentukan dan menyesuaikan dengan perkembangan pandemi covid-19 di Kabupaten Purworejo.

“Sesuai kesepakatan tadi, jalan ke Mranti tidak ditutup, karena akan mengoptimalkan lahan depan pasar dan pemanfaatan Jalan Sutoyo. Lokasi tersebut untuk menggeser pedagang di sebelah utara yang masih agak rapat,” katanya.

Baca Juga
UM Magelang Berhasil Ciptakan Bilik Sterilisasi Cegah Covid-19 yang Lebih Aman

Bambang menambahkan, untuk penataan ulang pasar, selain memanfaatkan halaman pasar, ratusan pedagang sayuran, buah-buahan dan kebutuhan lainnya sebagian diberikan ruang lebih luas yakni menggelar dagangan di jalan yang sudah disediakan pemerintah.

Setiap pedagang dan warga yang beraktivitas di pasar itu juga wajib bermasker. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan sampai 29 Mei mendatang. Meski demikian nantinya tidak semua pedagang Pasar Pagi Suronegaran dipindahkan ke jalan tapi hanya sebagian saja.

“Ada sebagian saja ang akan digunakan untuk pedagang dan sisanya untuk bongkar muat yang biasanya di dalam kita geser ke luar,” katanya.

Lanjutnya, ruas jalan yang akan ditutup dan dipergunakan untuk penataan ulang pasar adalah ruas Jalan Mayjend Sutoyo (pertigaan stasiun sampai dengan pertigaan pos polisi) dan ruas Jalan Letjend Suprapto (depan BTC sampai dengan area taman pertigaan Suronegaran). Rencananya tidak hanya untuk berdagang dan bongkar muat saja, ruas jalan tersebut juga akan digunakan untuk parkir pengunjung pasar. (luk)