Pemkab Magelang Gelar Penguatan Perencanaan Pengembangan Pariwisata

OBSERVASI. Kegiatan Penguatan Perencanaan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Magelang, Bappeda Kabupaten Magelang laksanakan observasi ke beberapa titik destinasi wisata di Kecamatan Grabak dan Ngablak.
OBSERVASI. Kegiatan Penguatan Perencanaan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Magelang, Bappeda Kabupaten Magelang laksanakan observasi ke beberapa titik destinasi wisata di Kecamatan Grabak dan Ngablak.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbangda Kabupaten Magelang gelar Penguatan Perencanaan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Magelang, Selasa (20/10/2020). Hal tersebut untuk mencari data terkait dengan pengembangan destinasi wisata.

“Dalam kegiatan ini peserta melakukan survei dan observasi langsung ke lapangan, sehingga akan mendapatkan data yang sesuai dengan kenyataan yang ada, dalam hal ini adalah destinasi wisata di wilayah Grabag dan Ngablak, untuk mencari informasi terkait apa saja yang dibutuhkan untuk destinasi wisata tersebut,” ucap Kepala Bappeda Kabupaten Magelang, Sugiyono.

Dalam survei tersebut mengacu kepada holistik, tematik, terpadu, dan berbasis komunitas. Masyarakat harus ikut memiliki, ikut menjaga dan mengembangkan, sehingga menjadi kebutuhan. Secara teknis pertanyaan survei berisi spasial tata ruang, budi daya dan perlindungan. Adapun ujungnya untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam survei ini juga melibatkan beberapa SKPD terkait, termasuk komunitas pariwisata dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang.

Secara teknis survei, Dinas Perhubungan konsentrasi dari sisi aksesbilitas, DPU PR sisi infrastruktur dan destinasi buatan, Disdikbud sisi cagar budaya dan seni budaya, Dinas Pertanian sisi Argowisata, BPBD mitigasi bencana.

Setelah disurvei kemudian data di-workshop-kan, data yang dihimpun tersebut akan digunakan sebagai acuan kebijakan Pemerintah Kabupaten Magelang.

“Ada tim kecil yang menyusun buku laporan, kemudian di workshop kan dengan peserta yang sama untuk disempurnakan. Setelah itu akan dilaporkan kepada Pak Bupati Magelang. Buku tersebut sebagai pertimbangan Bapak Bupati untuk mengambil kebijakan pengembangan pariwisata di Kabupaten Magelang,” papar Sugiyono.

Baca juga
Anak-anak yang Ikut Demo Termakan Isu

Di hari tersebut bersama rombongan melakukan survei dan observasi ke destinasi wisata Gunung Andong, Candi Umbul, Air Terjun Sumuran Selogriyo, Embung Pagergunung dan Gunung Telomoyo, dengan menggunakan kendaraan jeep wisata.

Sugiyono menambahkan, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan melakukan survei dan observasi ke destinasi wisata wilayah Barat dan Selatan Kabupaten Magelang.

“Hari ini kita melakukan kegiatan di wilayah utara dan timur Kabupaten Magelang, untuk selanjutnya di wilayah barat dan selatan. Jadi kegiatan ini dibagi dalam tiga tahap,” imbuh Sugiyono.

Dalam kesempatan itu, Penggiat wisata Gunung Telomoyo, Mul Budi Santoso, mengatakan, mendukung pemerintah dalam pengembangan wisata, termasuk dalam pelaksanaan survei dan observasi.

“Lima tahun yang lalu, wilayah Grabag dan Ngablak belum dilirik akan potensi wisatanya, namun saat ini hal itu berubah. Artinya Magelang menangkap Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dilakukan dengan serius.  Wisatawan tidak hanya berpusat di Borobudur saja, tetapi juga menyebar ke potensi wisata Magelang sekitar termasuk di kawasan Grabak dan Ngablak,” terang Mul Budi Santoso, yang juga menjabat sebagai Direktur Ketep Pass.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pesma (Pesona Magelang), Syahruddin menuturkan,  berterima kasih kepada Bappeda dan semua SKPD yang telah mengerahkan segala daya dan upaya untuk memikirkan, bagaimana perencanaan pariwisata di Kabupaten Magelang yang lebih konferhensif.

“Kita berharap kajian ini dan keluaran yang dihasilkan nanti, menjadikan acuan bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Magelang,” tutur Syahruddin.(cha)