Pemerintah Siapkan Bantuan Subsidi Rumah Rp40 Juta, Warga yang Belum Punya Rumah Diminta Mulai Menabung

VERTIKAL. Salah satu Rumah Susun yang diciptakan Pemkot Magelang untuk memfasilitasi MBR yang belum memiliki hunian sendiri.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang mengajak warga yang belum punya rumah sendiri, mulai menabung. Sebab dengan itu, rumah tangga bisa mendapatkan bantuan hingga Rp40 juta untuk membangun rumah.

“Program ini berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) dengan skema bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT),” kata Kepala Disperkim Kota Magelang, Handiri Rahayu dalam dialog interaktif di Magelang FM, kemarin.

Perempuan yang akrab disapa Dini itu menyebut bahwa masih sangat banyak rumah tangga yang sampai saat ini belum memiliki hunian sendiri. Dari 29.974 rumah tangga, 30 persen di antaranya atau 9.761 rumah tangga di Kota Magelang belum memiliki tempat tinggal sendiri.

“Kita sebut itu backlog bagi rumah tangga yang belum memiliki rumah, masih kontrak, atau menumpang. Rata-rata mereka yang belum punya rumah adalah rumah tangga baru dan kalangan milenial (generasi Y, lahir 1980-1996). Mereka lebih suka menjadi penyewa dari pada pemilik,” katanya.

Ia menjelaskan faktor lain sehingga kalangan milenial enggan membeli rumah sendiri adalah soal biaya. Di Kota Magelang, kata Dini, karena lahan yang sangat terbatas membuat harga properti lebih tinggi dibanding daerah lain.

“Budaya konsumtif kaum milenial, ditambah harga yang mahal sehingga mereka memilih mengontrak dari pada harus membayar angsuran rumah,” jelasnya.

Baca juga
RST dr Soedjono Magelang Canangkan ZI WBK Menuju WBBM

Ia berharap, rumah tangga terutama kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) turut serta dalam program bantuan dari Kementerian PUPR tersebut. Apalagi syaratnya sangat mudah, yakni rumah tangga yang belum memiliki rumah, dan bersedia menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung.

Artikel Menarik Lainnya :  290 Pemain Muda Bersaing Masuk Skuad PPSM Sakti

Koordinator Penyaluran Program BP2BT Jawa Tengah, Rosalia Ciptaningsih menambahkan, program bantuan ini diprioritaskan bagi MBR yang belum memiliki rumah. Syaratnya memiliki tabungan minimal Rp2 juta selama tiga bulan.

“Ada dua program Kemen PUPR untuk bantuan perumahan yaitu rumah swadaya dan BP2BT. Bantuan sendiri jumlahnya berkisar 45 persen dari total harga rumah dan tanah,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Magelang YIG Marjinugroho menuturkan bahwa memang cukup sulit mewujudkan rumah murah di Kota Magelang yang nyaris tak lagi memiliki lahan kosong.

Ia menyarankan karena masih tingginya masyarakat yang belum punya hunian mandiri, agar program itu bisa direalisasikan di kawasan sekitar Kota Magelang. Misalnya di area perbatasan atau daerah lain yang masih berdekatan dengan Kota Magelang.

“Prinsipnya bahwa program ini kan dari pemerintah pusat, jadi tidak terpaku harus punya rumah sesuai dengan domisili. Melihat Kota Magelang yang harga tanah dan bangunannya sangat mahal, pengembang bisa mencari lahan di daerah Kabupaten,” ucapnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengajak masyarakat, terutama rumah tangga yang belum memiliki rumah hunian, agar mulai memikirkan sejak sekarang. Sebab, harga tanah yang terus naik adalah sebuah keniscayaan.

“Tidak tentu satu tahun, bahkan satu bulan saja ada yang sudah naik. Jadi saya menyarankan agar sejak sekarang dipersiapkan itu, terutama generasi milenial. Jangan terlalu konsumtif kebutuhan sekunder tetapi mengabaikan kebutuhan primer. Hunian merupakan kebutuhan utama,” tandasnya. (wid)