Pementasan Tari Sekar Melati dan Lengger Banyusobo Tutup Ajang BBM

BBM. Puluhan seniman dan pegiat seni muda peserta program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2022 di Wonosobo tampil apik dan memesona mementaskan tari Sekar Melati dan Lengger Banyumas Wonosobo.
BBM. Puluhan seniman dan pegiat seni muda peserta program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2022 di Wonosobo tampil apik dan memesona mementaskan tari Sekar Melati dan Lengger Banyumas Wonosobo.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Puluhan seniman dan pegiat seni muda peserta program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2022 di Wonosobo tampil apik dan memesona mementaskan tari Sekar Melati dan Lengger Banyumas Wonosobo (Banyusobo). Hal ini menandai berakhirnya secara resmi kegiatan BBM di Kabupaten Wonosobo.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Judi Wahjudin menyampaikan, pelaksanaan program BBM juga diisi dengan sarasehan yang membahas mengenai Seni Tradisi Lengger Sarasehan dihadiri oleh pelaku seni, pamong budaya, guru dan pelatih sanggar tari di Wonosobo. Para peserta yang hadir berdiskusi mengenai Lengger di masa dulu dan akan mendatang dan dampaknya terhadap kehidupan sosial dan generasi pecinta seni di Wonosobo.

Hasil dari penggodokan selama tujuh hari, dua puluh seniman dan pegiat seni muda tampil dengan apik dan memesona di momen berakhirnya BBM yang dihelat di Pendopo Bupati Wonosobo, dalam kesempatan istimewa tersebut, peserta BBM mementaskan dua tarian, yaitu tari Sekar Melati yang dibawakan oleh tujuh orang peserta. Kemudian, tari Lengger Banyusobo yang ditarikan oleh 20 orang peserta.

Lengger Sekar Melati adalah Lengger yang diciptakan oleh penari Rianto pada 2020 lalu. Ia menggagas tarian ini untuk mempersatukan semangat para pecinta budaya dari seluruh nusantara hingga mancanegara. Sedangkan Lengger Banyusobo adalah kreasi tari yang memiliki pesan bahwa perjalanan budaya pedesaan, yaitu kehidupan masyarakat Banyumas dan Wonosobo memiliki kesamaan tradisi.

“Lengger Banyusobo adalah Lengger yang geraknya lahir dari kehidupan sehari-hari para petani. Lengger Banyusobo adalah ekspresi perayaan ketika tubuh menyatu dengan semestanya, gerak liuk tubuh menyerupai ikan, tumbuhan, tanaman padi dan eksotisme ritual tubuh-tubuh petani yang menyuburkan kehidupan tanah ibu pertiwi sebagai persembahan terhadap buminya” ujar Rianto.

Dalam momen penutupan ajang Belajar Bersama Maestro, dua maestro; Sukarsih dan Sri Winarti turut mementaskan tari Lengger, yaitu Gambyong Lengger dan Sontoloyo. Begitu juga dengan Rianto, menampilkan tarian Lengger Lanang. Selain itu juga tampil empat maestro Lengger Lanang dari Wonosobo yang sudah puluhan tahun tidak aktif.

Para Lengger Lanang dari Wonosobo tersebut tampil begitu istimewa di acara penutupan BBM untuk memotivasi kaum muda dan menunjukkan bahwa Lengger Lanang Wonosobo masih eksis.(gus)